Negara tetangga darurat minyak, ESDM pastikan RI aman

Kamis, 26 Maret 2026

image

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia memastikan bahwa pasokan serta cadangan energi nasional masih berada dalam kondisi aman, meskipun ada negara tetangga yang menetapkan status darurat energi akibat konflik di Timur Tengah.

Juru bicara kementerian, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa ketersediaan energi nasional tetap terjaga dan terkendali, baik untuk bahan bakar minyak maupun gas elpiji.

Seperti dikutip Antara News, Pemerintah juga terus memantau perkembangan global, termasuk situasi di Timur Tengah yang dipengaruhi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ia menambahkan, kementerian bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas cadangan energi nasional.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pihak mengelola energi secara optimal dan adaptif terhadap dinamika global.

Selain itu, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pasokan dan distribusi energi di seluruh wilayah serta mendorong diversifikasi sumber energi.

Dwi menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut bersifat preventif, dengan prioritas utama tetap pada perlindungan kebutuhan energi dan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, masyarakat dan seluruh pihak diimbau untuk menggunakan energi secara lebih efisien dan bijak.

Sementara itu, Filipina pada Selasa (24 Maret) menjadi negara pertama yang secara resmi menetapkan status darurat energi nasional akibat gangguan pasokan yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani perintah eksekutif untuk mengaktifkan respons nasional guna menjaga stabilitas pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi akibat kenaikan harga energi.

Filipina diketahui memperoleh sekitar 26 persen pasokan energinya dari Timur Tengah, dengan nilai impor mencapai 16 miliar dolar AS pada 2024.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Selain itu, Iran juga disebut telah menguasai Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia yang menjadi rute utama pasokan energi ke berbagai negara Asia. (DK)