Rupiah unggul, saham transportasi tetap kuat meski IHSG turun 1,89%
Kamis, 26 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,89% pada perdagangan Kamis (26/3) hari ini, menjadi indeks acuan dengan kinerja terburuk kedua di kawasan emerging market Asia.
IHSG berada di level 7.164,09 pada penutupan, setelah menyentuh level terendah di 7.152 dan tertinggi di 7.323.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp32,31 triliun, dengan rincian di pasar reguler Rp12,47 triliun dan di pasar negosiasi Rp19,83 triliun.
Indeks saham lain seperti LQ45 melemah turun lebih dalam mencapai 1,97%. Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,71% dan Indonesia Sharia Stock Indeks (ISSI) turun 2,41%.
Di kawasan emerging market Asia, penurunan indeks saham paling dalam dipimpin KOSPI yang melemah 3,22%. Hang Seng menyusul setelah IHSG dengan penurunan 1,89% dan SET Thailand turun 1,03%.
Sementara dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat 0,04% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan bertahan di level Rp16.904.
Penguatan ini membuat rupiah paling unggul di antara mata uang emerging market Asia lainnya, seperti ringgit yang melemah 0,72% dan baht Thailand yang melemah 0,37%.
Dari pasar komoditas global, harga minyak mentah bertahan di level US$93,30 per barel, meningkat 3,30% dari perdagangan Rabu (25/3) kemarin. Sedangkan harga minyak brent berada di level US$105,66 per barel pada pembukaan sesi London.
Harga emas di pasar spot turun 1,78% di level US$4.425,75 per troi ons, sementara kontrak berjangka untuk emas turun 2,72% ke level US$4.460,7 per troi ons. Komoditas logam lain seperti perak, tembaga dan platinum juga bergerak melemah pada perdagangan hari ini. (KR)