Akuisisi Meta ditinjau, Beijing larang pendiri Manus keluar China

Kamis, 26 Maret 2026

image

TIONGKOK - China melarang dua pendiri bersama startup kecerdasan buatan Manus untuk meninggalkan negara tersebut, di tengah peninjauan regulator terhadap rencana akuisisi perusahaan itu oleh Meta senilai sekitar US$2 miliar, menurut laporan Financial Times.

CEO Manus, Xiao Hong, dan kepala ilmuwan Ji Yichao dilaporkan dipanggil ke Beijing bulan ini untuk bertemu dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), berdasarkan sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Setelah pertemuan itu, keduanya diberitahu bahwa mereka tidak boleh bepergian ke luar negeri selama proses peninjauan berlangsung, meski masih diizinkan bepergian di dalam China, mengutip dari Reuters.

Manus saat ini disebut tengah mencari bantuan hukum dan konsultan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Sementara itu, pihak Meta menyatakan bahwa transaksi tersebut telah sepenuhnya mematuhi hukum yang berlaku dan mereka mengharapkan penyelesaian yang tepat dari proses peninjauan ini.

Kementerian Keamanan Publik China dan pihak Manus belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Meta sebelumnya mengumumkan pada bulan Desember rencananya untuk mengakuisisi Manus, perusahaan yang mengembangkan agen AI serbaguna yang dapat berfungsi seperti “karyawan digital”, melakukan tugas seperti riset dan otomatisasi dengan sedikit instruksi.

Nilai pasti transaksi tidak diungkapkan, namun sumber sebelumnya menyebutkan bahwa valuasi Manus berada di kisaran US$2 miliar hingga US$3 miliar.

Awal tahun ini, Kementerian Perdagangan China juga telah menyatakan akan meninjau dan menyelidiki akuisisi tersebut. (DK)