Barclays: Blokade Hormuz pangkas 14 juta barel/hari pasokan minyak
Jumat, 27 Maret 2026
WASHINGTON - Bank investasi Inggris Barclays memperingatkan pasar minyak global berpotensi kehilangan hingga 14 juta barel per hari (bpd) apabila gangguan di Selat Hormuz berlangsung lebih lama.Dalam catatan yang dikutip Reuters, Barclays menyebut penutupan jalur pelayaran energi terpenting di dunia tersebut dapat memicu guncangan besar pada pasokan minyak global.Meski demikian, analis menilai besaran dampak dan lamanya blokade masih penuh ketidakpastian, mengutip dari Oilprice.Sebagai skenario dasar, Barclays memperkirakan lalu lintas di Selat Hormuz dapat kembali normal pada awal April, yang akan mendukung harga minyak Brent rata-rata di kisaran US$85 per barel pada 2026.Namun, jika gangguan berlanjut hingga akhir April, harga Brent berpotensi naik ke US$100 per barel, dan bahkan bisa mencapai US$110 per barel apabila penutupan berlanjut hingga Mei.Sebelumnya, Goldman Sachs memperkirakan gangguan pasokan akibat konflik Iran dapat memuncak hingga sekitar 17 juta bpd, sembari menaikkan proyeksi harga minyak acuan Brent dan WTI untuk 2026.Pada perdagangan Asia Kamis pagi, harga Brent Crude diperdagangkan sekitar US$105 per barel, naik 3%, setelah muncul sinyal Iran tidak tertarik melanjutkan pembicaraan gencatan senjata.Sementara West Texas Intermediate (WTI) juga naik 3% ke sekitar US$93 per barel, meski masih diperdagangkan dengan diskon signifikan terhadap Brent.Data dari Kpler menunjukkan gangguan pasokan di Timur Tengah telah mencapai 10,7 juta bpd per 20 Maret dan berpotensi meningkat hingga 11,5 juta bpd pada akhir bulan.Upaya jangka pendek seperti pelepasan cadangan minyak atau pelonggaran sanksi dinilai hanya mampu menunda, namun tidak sepenuhnya menutup defisit struktural pasokan yang semakin besar. (DK)