IHSG hadapi profit-taking dan negosiasi damai AS
Jumat, 27 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas di rentang 7.050 hingga 7.340 pada perdagangan Jumat (27/3) hari ini, setelah berbalik melemah 1,89% dan tutup di level 7.164 Kamis kemarin.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG pada Kamis kemarin disebabkan aksi profit-taking, di tengah ketidakpastian negosiasi senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Namun secara teknikal, analis Phintraco menyebut histogram negatif untuk indikator MACD pada IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI mengarah ke area pivot.
“IHSG masih bertahan di atas MA5. Diperkirakan IHSG bergerak sidewas pada kisaran level 7.050-7.250,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan mayoritas indeks utama di Wall Street pada Kamis kemarin, menjadi sentimen negatif bagi pasar. Hal ini ditambah dengan net sell jumbo asing di pasar saham Indonesia yang mencapai lebih dari Rp20 triliun di seluruh pasar.
“IHSG hari ini diprediksi bergerak melanjutkan pelemahannya pada kisaran support 7.080/7.000 dan resist 7.245/7.323,” jelas analis CGS International.
Analis BRI Danareksa Sekuritas juga menyampaikan hal yang senada, bahwa aksi profit-taking dan ketidakpastian geopolitik memicu sikap risk-off di pasar global. Sehingga IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam jangka pendek, dengan rentang support 7.100 dan resistance 7.300–7.340.
“Sentimen eksternal, termasuk kenaikan harga energi seperti minyak dan gas serta tekanan jual investor asing, masih menjadi faktor utama yang menahan potensi penguatan indeks,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas. (KR)