Dampak tarif Trump nyaris nol persen ke PDB Amerika 2025
Jumat, 27 Maret 2026

JAKARTA - Kebijakan tarif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2025 hanya memberi dampak terbatas terhadap kinerja ekonomi, namun meningkatkan penerimaan pemerintah dan mempercepat pergeseran perdagangan dari China. Hal itu terungkap dalam studi terbaru Brookings Institution.
Dikutip reuters, studi tersebut mencatat dampak bersih terhadap kesejahteraan ekonomi berada di kisaran kenaikan 0,1% hingga penurunan 0,13% dari produk domestik bruto (PDB), tergantung perubahan pola perdagangan dan pergeseran permintaan ke produk domestik.
Penelitian yang dilakukan ekonom Pablo Fajgelbaum dan Amit Khandelwal menunjukkan konsumsi riil relatif stabil, meski terjadi perpindahan beban dari konsumen ke produsen. Dampak tersebut sebagian diimbangi oleh peningkatan penerimaan negara dan kenaikan upah di sejumlah sektor.
Tarif juga terbukti hampir sepenuhnya diteruskan ke harga. Tingkat pass-through mencapai 80% hingga 100%, dengan estimasi dasar 90%. Artinya, hanya sekitar 10% beban tarif yang ditanggung eksportir asing.
Secara keseluruhan, tarif melonjak ke 9,6% dari sebelumnya 2,4%, tertinggi dalam 80 tahun. Namun penerapannya terbatas karena sekitar 57% impor AS tetap bebas bea, antara lain melalui perjanjian dagang kawasan Amerika Utara dan pengecualian untuk energi serta produk elektronik tertentu.
Dari sisi fiskal, penerimaan tarif pada 2025 mencapai 264 miliar dolar AS atau sekitar 4,5% dari total pendapatan pemerintah, naik dibandingkan rata-rata 1,6% dalam satu dekade terakhir.
Studi tersebut juga mencatat perubahan signifikan pada pola impor. Porsi China dalam impor AS turun menjadi 7% pada Desember 2025, dari 23% pada Desember 2017. Meski demikian, penurunan tersebut diikuti peralihan sumber impor ke negara lain.(DH)