Laba DEWA melesat jadi Rp4,1 triliun berkat akuisisi tambang emas Gayo

Jumat, 27 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA), kontraktor tambang milik Grup Bakrie, mencetak laba bersih Rp4,3 triliun pada 2025.

Perolehan itu meningkat sekitar 78 kali lipat dari laba bersih 2024, yang mencapai Rp55,23 miliar.

Dari sisi pendapatan, DEWA hanya mencatat pertumbuhan 5,98% secara tahunan menjadi Rp6,39 triliun pada 2025. Di sisi lain, DEWA menurunkan beban pokok pendapatannya hingga 2,89% menjadi Rp5,43 triliun pada.

Namun pendapatan lain-lain bersih DEWA melonjak signifikan menjadi Rp3,7 triliun pada 2025, dari Rp6,17 miliar pada 2024. Lonjakan ini ditopang pengakuan negative goodwill dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR) senilai Rp4,5 triliun.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, GMR adalah perusahaan tambang emas, tembaga, dan mineral lain yang berlokasi di Aceh.

Meskipun belum beroperasi secara komersial, GMR saat ini tengah mengembangkan tambang tembaga bawah tanah dan dalam upaya pengembangan tambang emas.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, harga saham DEWA naik 2,27% ke Rp450 per lembar hingga pukul 10.17 WIB.

Dengan laba per saham Rp112, valuasi Price to Earning Ratio (PER) DEWA berada di level 4x dari laba per sahamnya. Sementara Price to Book Value (PBV) emiten jasa pertambangan ini berada di level 2,15 kali.

Porsi kepemilikan publik di saham DEWA saat ini sebesar 60,55%. CIMB Securities memiliki 6,38% saham, Goldwave Capital 9,38%, Zurich Asset Internasional 6,18%, PT Andhesti Tungkas 7,95%, PT CGS Internasional 5,53%, dan saham treasury 4,03%.

Sedangkan beneficial owner dari saham DEWA adalah Nirwan Dermawan Bakrie. (KR)