Indonesia kaji beli rudal Italia untuk KRI Siliwangi

Jumat, 27 Maret 2026

image

JAKARTA – Indonesian Navy tengah menimbang sejumlah sistem rudal dari Italia, Prancis, dan Turki untuk melengkapi kapal perang terbarunya, KRI Prabu Siliwangi-321, yang tiba di Jakarta pada Kamis.Seperti dikutip Antara, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan maritim nasional.Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali mengatakan pilihan rudal masih dalam tahap evaluasi.Beberapa kandidat berasal dari Italia, perusahaan pertahanan Prancis MBDA, serta kemungkinan dari Turki.Menurutnya, keputusan akhir terkait sistem rudal dan sensor kapal belum ditetapkan dan masih dikaji lebih lanjut.Namun, persenjataan meriam kapal telah dipastikan.KRI Prabu Siliwangi-321 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok setelah berlayar dari pangkalan angkatan laut Italia di La Spezia sejak 11 Februari 2026.Kapal tersebut sempat singgah di Lampung pada 23 Maret sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.Juru bicara TNI AL Laksamana Tunggul menjelaskan kapal yang dibangun galangan kapal Italia Fincantieri ini dirancang untuk berbagai misi, mulai dari patroli, peperangan laut, udara, dan bawah laut, pengawalan aset strategis, penegakan hukum maritim, hingga misi kemanusiaan.Dengan panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter, kapal telah menjalani berbagai uji kemampuan tempur sebelum tiba di Indonesia, termasuk uji tembak meriam utama 127 mm dalam pelayaran terakhirnya pada 27 Januari.Uji coba tersebut menjadi penembakan perdana meriam 127 mm sebagai bagian dari rangkaian pengujian sistem senjata dan struktur kapal.Tunggul menyebut ini merupakan pertama kalinya kapal TNI AL mengoperasikan meriam kaliber besar di atas 120 mm secara aktif.Kapal ini dilengkapi meriam utama OTO Melara 127 mm, meriam 76 mm Strales untuk pertahanan udara jarak menengah, 16 peluncur rudal vertikal, rudal anti-kapal Teseo Mk-2E, torpedo anti-kapal selam, serta sistem senjata otomatis jarak dekat.Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan memperkuat postur pertahanan laut Indonesia sekaligus mendukung tugas menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah maritim. (DK)