Permintaan emas Pegadaian dan BSI melonjak, laba HRTA melambung 120,8%
Jumat, 27 Maret 2026

JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), emiten produsen perhiasan dan emas batangan, meraup laba bersih nyaris Rp1 triliun di 2025 menyusul harga emas yang terus meroket tahun lalu.
HRTA membukukan laba bersih Rp978,5 miliar, melonjak 120,8% secara tahunan atau 2,2 kali lipat lebih tinggi dari capaian laba per 2024 lalu.
Hal ini didorong oleh perolehan pendapatan yang juga melambung hingga 144,4%, atau 2,4 kali lebih tinggi di tahun 2025, sebesar Rp44,5 triliun.
Penjualan emas batangan secara grosir (wholesale) tampak mendominasi pendapatan HRTA tahun 2025, dengan kontribusi hingga Rp39,2 triliun, atau sekitar 88% dari total pendapatan Perseroan tahun lalu.
HRTA mencatatkan penjualan terbesar kepada PT Pegadaian Galeri 24 senilai Rp16,9 triliun, disusul PT Pegadaian Rp8,5 triliun, serta PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) Rp6,3 triliun.
Hal ini sejalan dengan fokus Perseroan untuk menjadi pemasok emas batangan bagi ekosistem bullion bank milik pemerintah yang digawangi Pegadaian dan BSI.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, HRTA telah memasok 4,8 ton emas batangan bagi BSI dan Pegadaian hingga akhir semester I 2025.
Terbaru, HRTA juga memasok emas batangan untuk Bank Muamalat mulai Oktober 2025, dan untuk Bank BCA Syariah mulai November lalu.
Sebagai catatan, HRTA paling banyak membeli bahan baku, termasuk dore, dari PT Berkat Utama Permata, sebesar Rp13,9 triliun, serta PT Citra Palu Minerals milik PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp3,2 triliun.
Namun, produk emas batangan diketahui memberikan margin keuntungan yang lebih sempit untuk Perseroan. Margin laba kotor dan laba bersih HRTA per 2025 tercatat merosot ke level 4,3% dan 2,2% dari sebelumnya 6% dan 2,4%.
Total aset HRTA per 2025 juga melesat dua kali lipat lebih menjadi Rp12,6 triliun. Liabilitas bengkak hingga 2,6 kali lipat menjadi Rp9,4 triliun, didorong uang muka dari pelanggan yang tercatat melonjak menjadi Rp5,2 triliun di tahun 2025.
Di sisi lain, dengan capaian ini, Perseroan telah melampaui target pertumbuhan pendapatan dan laba untuk tahun 2025 hingga dua kali lipat. Sebelumnya, target pertumbuhan pendapatan ditetapkan 60% dan laba hingga 40%. (ZH)