Lavrov: AS ingin ambil alih pipa gas Nord Stream
Sabtu, 28 Maret 2026

NEW YORK - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Amerika Serikat berupaya mengambil alih jaringan pipa gas Nord Stream di Laut Baltik yang rusak akibat ledakan misterius pada September 2022.
Ledakan yang terjadi lebih dari tiga tahun lalu itu memutus sebagian besar aliran gas Rusia ke Eropa, sehingga menekan pasokan energi di kawasan tersebut, meskipun Moskow sebelumnya telah mengurangi pengiriman gas.
Seperti dikutip Reuters, Rusia dan negara-negara Barat sama-sama menyebut insiden itu sebagai aksi sabotase, sementara penyelidikan berlangsung bertahun-tahun untuk mengungkap pelakunya.
Tahun lalu, seorang warga Ukraina ditangkap di Italia karena diduga mengoordinasikan serangan tersebut.
Dalam wawancara dengan France Televisions, Lavrov menilai Washington berupaya memperluas pengaruhnya di pasar energi global.
Ia mencontohkan keterlibatan AS di Venezuela serta Iran, dan mengeklaim AS kini juga ingin menguasai Nord Stream, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tuduhan tersebut.
Laporan media sebelumnya menyebut investor asal AS, Stephen P. Lynch, berminat membeli proyek Nord Stream 2 yang terdiri dari dua jalur pipa, dengan salah satu jalur masih dalam kondisi utuh. (DK)