Nasdaq anjlok 2%, Wall Street terguncang eskalasi konflik AS–Iran

Sabtu, 28 Maret 2026

image

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup turun tajam pada Kamis. Indeks Nasdaq Composite merosot lebih dari 2% dan resmi masuk ke fase koreksi.

Sementara itu, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing turun lebih dari 1%. Tekanan di pasar muncul karena kekhawatiran meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kenaikan harga minyak serta meningkatkan risiko inflasi.

Penurunan ini menjadi yang terbesar bagi Nasdaq dan S&P 500 sejak 20 Januari.

Mengutip Reuters, Presiden Donald Trump mengatakan Iran harus mencapai kesepakatan dengan AS atau menghadapi serangan lanjutan. Ia juga membuka kemungkinan penguasaan sumber minyak Iran.

Di sisi lain, pejabat senior Iran menilai proposal AS untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat minggu sebagai “sepihak dan tidak adil,” namun tetap menegaskan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.

Setelah penutupan pasar, kontrak berjangka saham berhasil mengurangi pelemahan setelah Trump menyatakan serangan terhadap fasilitas energi Iran dihentikan selama 10 hari hingga 6 April, atas permintaan pemerintah Iran. Trump juga mengatakan pembicaraan dengan Teheran berlangsung “sangat baik.”

Sebelumnya, tidak adanya tanda kemajuan dalam negosiasi sempat mendorong harga minyak melonjak. Harga minyak mentah AS naik 4,6%, sedangkan minyak Brent meningkat 5,7%.

“Perkembangan situasi terjadi sangat cepat. Selain itu, kita juga tidak tahu dengan siapa Trump sebenarnya bernegosiasi,” ujar Doug Beath, ahli strategi ekuitas global di Wells Fargo Investment Institute. “Banyak sinyal yang saling bertentangan, dan ketidakpastian inilah yang mendorong pergerakan pasar.”

Secara rinci, indeks Dow Jones turun 469,38 poin atau 1,01% menjadi 45.960,11. Indeks S&P 500 melemah 114,74 poin atau 1,74% ke 6.477,16. Sementara Nasdaq turun 521,74 poin atau 2,38% ke 21.408,08.

Nasdaq kini telah turun 10,7% dari rekor penutupan tertinggi pada 29 Oktober, yang menandakan indeks tersebut telah memasuki fase koreksi, yaitu kondisi ketika pasar turun setidaknya 10% dari level tertinggi terbarunya. (DK)