Proyek chip AI Elon dinilai herculean project, rawan bagi saham Tesla

Sabtu, 28 Maret 2026

image

WASHINGTON - Elon Musk baru saja mengumumkan proyek ambisius yang disebut sebagai tugas “herculean” bagi Tesla.

Perusahaan kendaraan listrik tersebut berencana membangun dua pabrik chip baru di fasilitasnya di Austin, Texas, bekerja sama dengan SpaceX. 

Kompleks chip AI canggih ini diharapkan dapat mendukung mobil listrik, robot humanoid Optimus, serta pusat data kecerdasan buatan (AI), termasuk infrastruktur komputasi untuk kebutuhan berbasis ruang angkasa.

Namun, proyek besar ini diperkirakan memerlukan biaya sangat tinggi dan tingkat kompleksitas yang besar, mengutip dari barchart.

Analis Morgan Stanley menilai pembangunan ekosistem chip lengkap, mulai dari logika, memori, hingga proses packaging, dari nol merupakan tantangan besar. 

Mereka memperkirakan anggaran lebih dari US$20 miliar selama beberapa tahun kemungkinan belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan pengembangan.

Berbasis di Austin, Texas, Tesla dikenal sebagai salah satu pemimpin industri kendaraan listrik global. 

Perusahaan memproduksi mobil listrik, sistem penyimpanan energi, dan produk tenaga surya, dengan jaringan pabrik besar di Amerika Serikat, Eropa, dan China, serta jaringan showroom dan layanan global.

Dalam beberapa bulan terakhir, Tesla menghadapi kekhawatiran investor akibat penurunan pengiriman kendaraan, persaingan yang semakin ketat di sektor EV dan teknologi self-driving, serta perdebatan terkait strategi AI perusahaan, termasuk rencana pembangunan pabrik semikonduktor. 

Faktor-faktor ini turut memicu volatilitas saham perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,44 triliun.

Meskipun saham Tesla masih naik sekitar 36,5% dalam 12 bulan terakhir, kinerjanya sepanjang tahun ini kurang impresif dengan penurunan sekitar 12,5%. 

Saham sempat mencapai level tertinggi 52 minggu di US$498,83 pada Desember 2025, namun kini turun sekitar 22% dari level tersebut.

Valuasi saham Tesla juga tergolong sangat tinggi, dengan rasio forward price-to-non-GAAP earnings mencapai 184,12 kali, jauh di atas rata-rata industri sekitar 14,51 kali.

Laporan kinerja kuartal keempat Tesla menunjukkan tekanan pada pertumbuhan.

Pengiriman kendaraan turun 16% secara tahunan menjadi 418.227 unit, sementara produksi turun 5% menjadi 434.358 unit. 

Di sisi lain, langganan Full Self-Driving (FSD) meningkat 38% menjadi 1,10 juta pengguna.

Pendapatan otomotif Tesla turun 11% menjadi US$17,69 miliar, sehingga total pendapatan turun 3% menjadi US$24,90 miliar. 

Margin operasional menyusut menjadi 5,7%, sedangkan margin EBITDA yang disesuaikan turun menjadi 16,7%.

Arus kas bebas kuartal keempat juga melemah 30% menjadi US$1,42 miliar, sementara laba per saham (EPS) non-GAAP turun 17% menjadi US$0,50.

Meski demikian, sebagian analis Wall Street masih optimistis terhadap pertumbuhan laba Tesla. 

Untuk kuartal berjalan, EPS diperkirakan naik 60% menjadi US$0,24. Secara tahunan, EPS diproyeksikan meningkat 32,1% menjadi US$1,44, dan kembali naik 35,4% menjadi US$1,95 pada tahun berikutnya.

Di sisi lain, National Highway Traffic Safety Administration meningkatkan investigasi terkait sistem FSD Tesla, yang memicu kekhawatiran sebagian analis. 

GLJ Research mempertahankan rekomendasi “Sell”, dengan menilai potensi perbaikan hardware dapat memengaruhi rencana robotaxi perusahaan.

Sebaliknya, Tigress Financial memulai liputan dengan rekomendasi “Buy” dan target harga US$550, menilai transformasi Tesla menuju platform AI fisik berlapis akan mendukung pertumbuhan jangka panjang, terutama melalui FSD, robotaxi, dan robot humanoid Optimus.

Wedbush Securities juga mempertahankan rating “Outperform” dengan target harga US$600.

Secara keseluruhan, konsensus analis Wall Street saat ini berada di peringkat “Hold”. Dari 43 analis, 15 memberikan rekomendasi “Strong Buy”, dua “Moderate Buy”, 17 “Hold”, dan sembilan “Strong Sell”. 

Target harga rata-rata US$408,42 menunjukkan potensi kenaikan sekitar 5,2% dari level saat ini, sementara target tertinggi US$600 mencerminkan potensi kenaikan hingga 54,5%.

Tesla kini berada di titik penting dalam transformasinya menjadi perusahaan berbasis AI fisik. Dalam setahun terakhir, perusahaan memperluas pengembangan FSD, memperkenalkan layanan robotaxi, menyiapkan lini produksi Cybercab, serta menyempurnakan desain robot Optimus. 

Keberhasilan proyek pembangunan fasilitas chip besar tersebut akan menjadi faktor kunci bagi masa depan pertumbuhan Tesla, sehingga untuk saat ini banyak analis menilai investor perlu mencermati perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. (DK)