China selidiki praktik dagang AS yang hambat produk ekspor

Sabtu, 28 Maret 2026

image

BEIJING – Kementerian Perdagangan China meluncurkan dua penyelidikan balasan terhadap praktik perdagangan Amerika Serikat yang dinilai menghambat masuknya produk-produk China ke pasar AS. 

Langkah ini diumumkan pada Jumat, tanpa langsung mengambil tindakan retaliasi terhadap kebijakan Washington yang diumumkan awal bulan ini.

Seperti dikutip Reuters, gencatan ketegangan dagang antara China dan AS masih bertahan sejak Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping pada Oktober tahun lalu. 

Trump juga menyatakan rencananya untuk mengunjungi Beijing pada pertengahan Mei, sebagai bagian dari upaya Washington memperbaiki hubungan di kawasan Asia-Pasifik.

Kementerian menyebut dua penyelidikan China tersebut dijadwalkan selesai dalam waktu enam bulan, meskipun dapat diperpanjang.

Penyelidikan ini merupakan respons terhadap dua investigasi AS berdasarkan Section 301 terhadap China, yang disebut Beijing sebagai langkah timbal balik.

China akan meneliti kebijakan dan praktik perdagangan AS yang dianggap mengganggu rantai pasok global serta menghambat perdagangan produk ramah lingkungan. 

Menurut pernyataan resmi, sejumlah kebijakan AS membatasi atau melarang masuknya produk China ke pasar Amerika, sekaligus membatasi ekspor teknologi tinggi AS ke China.

Selain itu, AS disebut menerapkan kebijakan yang membatasi ekspor produk hijau serta memperlambat pengembangan proyek energi baru, yang dinilai berpotensi merugikan kepentingan perusahaan China.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, China menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya.

Sebelumnya, AS meluncurkan investigasi perdagangan terkait kelebihan kapasitas industri di 16 mitra dagang, termasuk China, serta dugaan penggunaan tenaga kerja paksa.

Dalam pembicaraan perdagangan bilateral di Paris, China menyampaikan kekhawatiran terhadap investigasi tersebut. 

Menteri Perdagangan China Wang Wentao juga kembali menyuarakan kekhawatiran dalam pertemuan dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di sela-sela pertemuan World Trade Organization di Kamerun, seraya menegaskan kesiapan Beijing untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Washington.