Perusahaan tambang bitcoin beralih ke bisnis AI

Sabtu, 28 Maret 2026

image

JAKARTA - Industri penambangan Bitcoin tengah mengalami perubahan besar, di mana banyak perusahaan miner mulai beralih menjadi penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan menjual kepemilikan BTC mereka untuk membiayai transformasi tersebut.

Laporan kuartal I 2026 dari CoinShares menunjukkan biaya rata-rata produksi satu bitcoin oleh perusahaan publik meningkat menjadi sekitar 79.995 dolar pada kuartal IV 2025. 

Sementara itu, harga bitcoin bergerak di kisaran 68.000–70.000 dolar, sehingga banyak miner diperkirakan merugi hingga sekitar 19.000 dolar per BTC yang ditambang.

Seperti dikutip Coindesk, kondisi tersebut dinilai tidak berkelanjutan, mendorong perusahaan penambang untuk mengalihkan fokus ke bisnis pusat data AI dan komputasi berkinerja tinggi (HPC). 

Menurut laporan tersebut, kontrak AI dan HPC di sektor miner publik telah mencapai lebih dari 70 miliar dolar. 

Misalnya, kesepakatan antara Core Scientific dan CoreWeave bernilai 10,2 miliar dolar selama 12 tahun, sementara TeraWulf mencatat kontrak HPC senilai 12,8 miliar dolar.

Perusahaan lain seperti Hut 8 menandatangani kontrak 7 miliar dolar untuk infrastruktur AI, sedangkan Cipher Digital menjalin kerja sama bernilai miliaran dolar dengan Fluidstack yang didukung Google.

Diperkirakan hingga 70% pendapatan perusahaan miner dapat berasal dari AI pada akhir 2026, meningkat dari sekitar 30% saat ini.

Sejumlah perusahaan bahkan mulai beroperasi seperti operator pusat data, dengan penambangan bitcoin menjadi aktivitas tambahan.

Secara ekonomi, bisnis AI dinilai lebih menarik karena memberikan margin lebih tinggi dan pendapatan yang lebih stabil dibanding penambangan kripto. 

Harga hash, indikator pendapatan miner dari daya komputasi, sempat turun ke kisaran 28–30 dolar per petahash per hari pada awal Maret, level terendah sejak peristiwa halving terakhir.

Untuk mendanai ekspansi AI, perusahaan miner meningkatkan utang serta menjual cadangan bitcoin mereka. 

Secara kolektif, perusahaan publik telah mengurangi kepemilikan lebih dari 15.000 BTC dari posisi puncaknya. Core Scientific menjual sekitar 1.900 BTC senilai 175 juta dolar, sementara Bitdeer mengosongkan cadangan BTC pada Februari. 

Riot Platforms juga melepas 1.818 BTC senilai 162 juta dolar pada Desember.

Perubahan strategi ini menciptakan dilema bagi jaringan bitcoin. 

Jika semakin banyak perusahaan mengurangi aktivitas penambangan karena kurang menguntungkan dibanding AI, tingkat keamanan jaringan dapat terpengaruh. 

Data menunjukkan hashrate jaringan turun dari sekitar 1.160 exahash per detik pada Oktober 2025 menjadi sekitar 920 EH/s, disertai tiga penyesuaian tingkat kesulitan negatif berturut-turut.

Meski demikian, pasar menilai perusahaan miner yang memiliki kontrak AI lebih menarik secara valuasi dibanding perusahaan yang hanya fokus pada penambangan kripto. 

Selain itu, peta geografis industri juga berubah, dengan Amerika Serikat, China, dan Rusia menguasai sekitar 68% hashrate global, sementara negara berkembang seperti Paraguay dan Ethiopia mulai masuk 10 besar.

CoinShares memperkirakan hashrate jaringan dapat mencapai 1,8 zetahash pada akhir 2026 dan 2 zetahash pada Maret 2027, namun proyeksi tersebut sangat bergantung pada kenaikan harga bitcoin menuju 100.000 dolar.

Jika harga tetap di bawah 80.000 dolar, tekanan terhadap miner diperkirakan berlanjut dan pergeseran menuju bisnis AI akan semakin cepat.

Secara keseluruhan, industri yang sebelumnya berfokus mengamankan jaringan bitcoin kini semakin berubah menjadi pengembang pusat data AI, dengan penjualan BTC menjadi salah satu sumber pendanaan utama transformasi tersebut. (DK)