Indonesia raup Rp10 triliun dan US$2 miliar dalam lelang sukuk

Rabu, 26 November 2025

image

JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah mengantongi dana Rp10 triliun dan US$2 miliar dalam lelang surat berharga negara dan sukuk global.

Dalam lelang yang digelar pada Selasa (25/11) kemarin, pemerintah menghimpun dana Rp10 triliun dari 3 seri Surat Perbendaharaan Negara – Syariah (SPNS) dan 5 Project Based Sukuk (PBS).

Kementerian Keuangan mencatat angka penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp34,46 triliun.

Sementara sebelumnya pada 20 November 2025, pemerintah juga telah menerbitkan sukuk global senilai US$2 miliar dalam 2 seri, dengan tenor masing-masing 5 dan 10 tahun.

Dengan imbal hasil 4,5% dan 5% per tahun, angka penawaran yang masuk dalam lelang efek utang ini mencapai US$5,8 miliar.

“Pencapaian ini mencerminkan minat dan kepercayaan yang tinggi dari investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia, kredibilitas, dan pengelolaan APBN yang baik oleh pemerintah,” jelas Direktorat Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan, dalam keterangan resmi.

Sukuk global yang mendapat peringkat “Baa2” dari Moody’s dan “BBB” dari S&P Global Ratings itu, akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) pada 1 Desember 2025. (KR)