Houthi terjun masuk pertempuran, rudal Israel dari Yaman

Minggu, 29 Maret 2026

image

JAKARTA – Risiko perang Iran meluas meningkat ketika kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran pada Sabtu (28/3) meluncurkan serangan pertama mereka terhadap Israel sejak konflik dimulai, di saat pasukan tambahan AS tiba di Timur Tengah.

Washington telah mengirim ribuan Marinir ke Timur Tengah. Menurut militer AS, seperti fikutip euters, Minggu (29/3), pada Sabtu gelombang pertama dari dua kontingen tiba pada Jumat dengan kapal serbu amfibi, 

Washington Post melaporkan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat selama berminggu-minggu di Iran. Namun, apakah Presiden Donald Trump akan menyetujui rencana pengerahan pasukan darat masih belum pasti.

Perang yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel ke Iran kini telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global dengan gangguan terbesar terhadap pasokan energi dunia.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan AS bisa mencapai tujuannya tanpa pasukan darat. Namun ia mengakui bahwa sebagian pasukan tetap dikerahkan agar Trump memiliki fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan strategi. Pentagon juga diperkirakan akan mengirim ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang pemerintahnya menjadi tuan rumah pertemuan dengan Menteri luar negeri Turki dan Arab Saudi pada Minggu untuk meredakan ketegangan kawasan.

>> Houthi  Bisa Serang Dari Yaman

Israel, yang sebelumnya sering diserang rudal Houthi sebelum perang, mengonfirmasi sebuah rudal ditembakkan dari Yaman. Tidak ada laporan korban atau kerusakan.

Serangan ini menunjukkan potensi ancaman baru terhadap pelayaran global, yang sudah terdampak oleh penutupan efektif Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Juru Bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompok tersebut melakukan serangan kedua terhadap Israel dalam waktu kurang dari 24 jam dan berjanji akan melanjutkan serangan.

Houthi telah menunjukkan kemampuan menyerang target jauh di luar Yaman dan mengganggu jalur pelayaran di sekitar Semenanjung Arab dan Laut Merah, seperti yang mereka lakukan saat mendukung Hamas dalam perang Gaza.

Pasar Khawatir Perang Makin Berlarut

Dengan pemilu paruh waktu AS yang akan digelar November, perang yang semakin tidak populer ini membebani Partai Republik pimpinan Trump, yang tampak ingin segera mengakhirinya namun juga mengancam eskalasi.

Demonstran turun ke jalan di berbagai kota di AS pada Sabtu dalam aksi anti-Trump yang disebut sebagai seruan untuk menghentikan perang Iran.

Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Namun ia memperpanjang tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan minggu ini, memberi Iran tambahan 10 hari untuk merespons.

Ancaman Iran untuk menyerang kapal di selat tersebut membuat sebagian besar tanker minyak enggan melintas. Namun beberapa kapal tetap berhasil melewati tanpa gangguan, termasuk kapal berbendera Pakistan dan India setelah mendapat jaminan keamanan dari Iran.

"Iran menyetujui tambahan 20 kapal berbendera Pakistan untuk melintas, dengan dua kapal diizinkan per hari," lata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.

Israel telah menargetkan infrastruktur nuklir Iran, dan Kepala Perusahaan Nuklir Rusia Rosatom—yang telah mengevakuasi staf dari pembangkit listrik nuklir Bushehr—mengatakan serangan tersebut mengancam keselamatan nuklir.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi Iran diserang.

Serangan Iran dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Teluk, termasuk Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Oman.

Serangan udara Iran menghantam desa Eshtaol di Israel, dekat Yerusalem. Tujuh orang dirawat di rumah sakit, menurut layanan ambulans Israel.

Perusahaan Aluminium Bahrain (Alba) juga mengonfirmasi fasilitasnya menjadi sasaran serangan Iran pada Sabtu, menurut kantor berita negara Bahrain.

Di Iran, media melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan AS-Israel pada sebuah unit hunian di kota Zanjan, dan di Teheran, Universitas Sains dan Teknologi Iran turut terkena serangan. (YS)