Inggris desak G7 hindari hambatan dagang sepihak saat perang Iran

Senin, 30 Maret 2026

image

LONDON - Menteri Keuangan Inggris akan mendesak negara-negara G7 pada Senin (30/3), agar tidak mengambil langkah sepihak seperti penerapan hambatan perdagangan baru selama perang Iran masih berlangsung, karena kebijakan tersebut berpotensi semakin mengancam keamanan pasokan energi.Dalam pertemuan yang dihadiri para menteri keuangan, menteri energi, dan gubernur bank sentral G7, Rachel Reeves akan menegaskan bahwa negara-negara anggota seharusnya bertindak bersama, bukan dengan kebijakan yang memindahkan tekanan kepada mitra atau melemahkan ketahanan kolektif, menurut pernyataan kementeriannya.Seperti dikutip Reuters, kelompok negara maju G7 terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, serta Uni Eropa.Reeves diperkirakan akan menekankan bahwa kebijakan proteksionisme dan hambatan dagang baru dapat mengganggu rantai pasok serta mendorong kenaikan biaya.Karena itu, kerja sama dinilai penting untuk menjaga kelancaran pasokan energi dan barang sekaligus membantu menekan biaya dalam jangka panjang.Perang terhadap Iran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari telah meluas ke kawasan Timur Tengah, menewaskan ribuan orang dan memicu gangguan terbesar terhadap pasokan energi global. (DK)