Laba bersih BUMI melonjak 20,1% di 2025 meski harga batu bara lesu
Senin, 30 Maret 2026

JAKARTA - Emiten pertambangan milik Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan laba bersih sebesar US$81,01 juta pada 2025, naik 20,05% secara tahunan atau dari US$67,47 juta pada 2024.
Berdasarkan keterbukaan informasi Senin (30/3), lonjakan laba bersih tersebut sejalan dengan kinerja pendapatan yang mencapai US$1,42 miliar pada 2025. Perolehan ini meningkat 5,19% secara tahunan atau dari 2024 yang mencapai US$1,35 miliar.
Kontributor utama pendapatan BUMI masih berasal dari komoditas batu bara, yang menyumbang US$1,17 miliar atau setara 82,5% terhadap total pendapatan. Sementara sisanya US$249,35 juta berasal dari komoditas emas dan perak.
Di tengah kenaikan pendapatan, BUMI juga berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi US$1,17 miliar sepanjang 2025, lebih rendah1,68% dari US$1,19 miliar pada 2024.
Efisiensi ini ikut mendorong lonjakan laba bruto hingga 47,13% secara tahunan menjadi US$249,1 juta. Sedangkan dari sisi operasional, beban usaha turun 0,42% menjadi US$107,77 juta pada 2025.
Di sisi neraca, total aset BUMI meningkat 1,20% menjadi US$4,21 miliar pada 2025, seiring akuisisi sejumlah aset tambang mineral di luar batu bara.
Namun liabilitasnya bengkak 3,10% menjadi US$1,33 miliar pada 2025, membuat total ekuitasnya berada di level US$2,88 miliar.
Sebagai informasi, BUMI memperkuat strategi diversifikasi bisnis dengan memperluas portofolio ke sektor mineral dan logam, seiring meningkatnya harga komoditas di pasar global dan lesunya komoditas batu bara.
Harga penjualan rata-rata batu bara BUMI, yang dihitung berdasar acuan Freight on Board (FOB) pada 2025 berada di level US$59,7 per ton, turun 17% dari rata-rata harga di tahun sebelumnya.
Chief Corporate Affairs & Sustainability Officer BUMI, Christopher Fong, mengatakan perseroan akan tetap mempertahankan segmen batu bara termal sebagai basis utama bisnis. Namun pertumbuhan ke depan akan diarahkan pada segmen mineral seperti tembaga dan emas.
“Kita fokus pada metal dan mineral sementara kita menjaga kokoh termal kita,” ujar Christopher dalam keterangan resmi yang disampaikan pertengahan Maret ini.
Menyusul rilis laporan keuangan hari ini, harga saham BUMI naik 5,61% ke level Rp226 per lembar hingga pukul 14.52 WIB.
Namun harga saham BUMI turun 11,29% dalam sebulan terakhir dan anjlok 47,62% sejak awal 2026. (DK/KR)