IHSG melemah tertekan saham bank, dolar AS tembus Rp17.002
Senin, 30 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di level 7.091,67 pada perdagangan Senin (30/3) hari ini, melemah 5,39 poin dari posisi penutupan pekan lalu.
Indeks sebelumnya sempat menyentuh level terendah di 6.945,5 dan tertinggi di 7.104,64. Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp14,94 triliun, setara 73,8% dari rata-rata transaksi harian di pasar saham pada pekan lalu.
Sebagian indeks sektoral terpantau melemah, namun sektor keuangan menghadapi koreksi paling dalam, dengan penurunan 1,17%.
Dari sektor keuangan, emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kompak mencatat penurunan harga.
Harga saham BBCA dan BBRI, yang mencatat nilai transaksi terbesar hari ini, turun masing-masing 3,73% 1,75%. Sedangkan harga saham BMRI turun 1,26%.
“Saham sektor keuangan mencatatkan pelemahan terbesar, dikontribusikan oleh pelemahan saham BBCA karena memasuki ex date dividend serta koreksi saham perbankan lainnya di tengah kekhawatiran akan prospek ekonomi,” jelas analis Phintraco Sekuritas, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.
Mayoritas indeks saham lain di kawasan emerging market Asia juga melemah, dengan penurunan paling dalam pada KOSPI 2,97% dan NIFTY 2,29%.
Dari pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat dan membuat rupiah tutup di level Rp17.002 menurut data Bloomberg, melanjutkan pelemahan lebih dari 1,6% sejak awal tahun.
Mata uang negara emerging market Asia lainnya juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Ringgit melemah 0,52%, won Korea turun 0,44%, dan peso Filipina turun 0,29%. (KR)