Rugi DOID bengkak 89,6%, siap lepas proyek tembaga di Kalimantan
Senin, 30 Maret 2026
JAKARTA – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), melaporkan rugi bersih membengkak hingga 89,6% secara tahunan menjadi US$116,3 juta pada tahun 2025.
“FY2025 merupakan tahun yang menantang bagi Grup. Gangguan yang kami hadapi pada kuartal pertama berdampak signifikan terhadap produksi dan pendapatan,” aku Iwan Fuad Salim, Direktur DOID.
Menurut Perseroan dalam keterangan resminya, penurunan signifikan ini dipicu “penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak di Australia yang telah berakhir, serta penurunan nilai aset pada operasional di Australia dan Amerika Serikat.”
Sebagai catatan, pendapatan DOID memang menyusut 15,7% menjadi US$1,5 miliar menyusul penurunan volume produksi batu bara dan pengupasan lapisan tanah (overburden removal).
Produksi batu bara merosot 6% menjadi 84 juta ton, sedangkan overburden removal sepanjang 2025 hanya mencapai 439 juta BCM, atau turun 19%.
Berdasarkan laporan keuangan, segmen tambang batu bara dan jasa pertambangan memang membukukan penurunan pendapatan hingga 15,7%, sementara segmen investasi cenderung stagnan, dan segmen lain hanya tumbuh 4,6%.
Di sisi lain, DOID berhasil membukukan keuntungan nilai wajar investasi Grup di 29Metals sebesar US$41 juta, seiring pemulihan harga sahamnya sepanjang tahun.
DOID juga merupakan pemegang 71% saham Atlantic Carbon Group Inc., pengelola tiga tambang antrasit ultra high-grade di Pennsylvania, Amerika Serikat, yang membukukan kontribusi tumbuh 97,4% menjadi US$63,9 juta per 2025.
DOID juga diketahui menguasai 44,2% saham Asiamet Resources Limited, pemilik Proyek KSK di Kalimantan Tengah dan Proyek Tembaga-Emas Beutong di Aceh.
Namun, Perseroan mengungkapkan Asiamet tengah dalam proses melepas seluruh hak partisipasi Proyek KSK, termasuk Proyek Tembaga BKM yang memiliki potensi produksi katoda tembaga hingga 10 ton, dengan usia tambang 12,8 tahun.
Merujuk pada informasi yang tersedia di London Stock Exchange pada 6 November 2025, Asiamet akan melepas proyek ini kepada Norin Mining Limited asal Hong Kong senilai US$105 juta.
Selain itu, BUMA juga memproyeksikan realisasi pembalikan pencadangan piutang senilai US$19,23 juta pada 2026, menyusul kemenangan gugatan atas Queensland Power Company di Mahkamah Agung Queensland.
Hingga akhir 2025, total aset DOID juga merosot menjadi US$1,5 miliar, dengan kas dan setara kas US$210,3 juta, dan liabilitas ekuitas hanya sebesar US$48,9 juta. (ZH)