Dampak lonjakan minyak terbatas, IHSG berpeluang lanjutkan rebound
Selasa, 31 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki potensi penguatan, jika mampu bertahan di atas area support kuatnya pada 7.000.
Hal itu disampaikan analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia, dalam riset yang dirilis Selasa (31/3) hari ini.
Analis BRI Danareksa menilai IHSG telah berhasil rebound dari area 6.950-7.000 pada perdagangan Senin kemarin, serta tutup di level 7.091. “Mengindikasikan pola double bottom dan awal stabilisasi jangka pendek,” jelas analis BRI Danareksa.
Dengan posisi yang lebih kuat dari awal pembukaan perdagangan pekan ini, IHSG dinilai berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji area resistance 7.150-7.300.
“Namun pasar masih akan mencermati perkembangan konflik Iran yang telah memasuki minggu kelima, termasuk keterlibatan Houthi dan tambahan pasukan Amerika Serikat (AS),” imbuh analis BRI Danareksa.
Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai histogram MACD pada IHSG mulai membentuk pola sideways, sehingga berpotensi melanjutkan pergerakan di kisaran 7.000-7.200 di perdagangan Selasa.
Sejumlah emiten juga telah merilis kinerja keuangan untuk tahun buku 2024, dengan beberapa di antaranya mengumumkan hasil positif.
Laba bersih PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) tumbuh 20,1% secara tahunan di 2025, kemudian laba PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tumbuh di level yang sama, dan laba PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) naik 15,8%.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI naik 3,37% ke US$106,35 per barel, sedangkan minyak brent naik 2,26% ke US$109,8%.
Meski kenaikan harga minyak mentah berlanjut, indeks saham Wall Street bergerak variatif pada perdagangan Senin, dengan pelemahan S&P 500 sebesar 0,39% dan Nasdaq Composite 0,73%. Sementara indeks Dow Jones Industrial menguat tipis 0,11%. (KR)