Harga aluminium melonjak 6% ke level tertinggi 4 tahun terakhir

Selasa, 31 Maret 2026

image

NEW YORK - Harga aluminium di London Metal Exchange (LME) melonjak sekitar 6% pada perdagangan Senin (30/3) dan mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir, setelah dua produsen logam terbesar di Timur Tengah mengalami kerusakan akibat serangan Iran pada akhir pekan.Kontrak acuan aluminium tiga bulan di LME naik hingga US$3.492 per ton metrik pada awal perdagangan, menjadi level tertinggi sejak 19 Maret, seiring produsen di kawasan Teluk seperti Emirates Global Aluminium dan Aluminium Bahrain menilai dampak kerusakan fasilitas mereka akibat serangan tersebut.Seperti dikutip Reuters, jika harga menembus level US$3.546,50 yang tercatat pada 12 Maret, maka berpotensi membuka jalan menuju puncak harga yang terakhir terlihat pada periode pandemi Covid-19 pada 2022.

Aluminium Bahrain, yang mengoperasikan salah satu smelter terbesar di dunia, menyatakan sedang mengevaluasi kerusakan setelah fasilitasnya menjadi sasaran serangan Iran.

Perusahaan milik negara tersebut juga melaporkan dua karyawannya mengalami luka dalam serangan pada Sabtu. Sementara itu, fasilitas Emirates Global Aluminium dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal dan drone pada hari yang sama.

Sebagian besar produsen aluminium di kawasan Teluk, yang menyumbang sekitar 9% pasokan global, tidak dapat menyalurkan produk ke pasar dunia melalui jalur normal sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran.

Hal ini disebabkan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Teheran, yang merupakan jalur penting perdagangan energi dan logam.

Kenaikan harga aluminium juga mendorong penguatan saham produsen alumina yang tercatat di Australia. Saham Rio Tinto naik lebih dari 2%, sementara South32 melonjak hampir 7%. (DK)