INDF milik Grup Salim cuan Rp10,6 triliun dari bisnis air hingga sawit
Selasa, 31 Maret 2026

JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), emiten dari sektor barang konsumen primer milik Grup Salim, mencetak laba bersih Rp10,6 triliun pada tahun buku 2025.
Perolehan itu meningkat 23,6% secara tahunan atau dari Rp8,6 triliun pada tahun sebelumnya, yang mencapai Rp8,6 triliun.
Lonjakan laba INDF sejalan dengan kinerja penjualan bersihnya pada 2025, yang meningkat 6% secara tahunan menjadi Rp123,4 triliun.
Di sisi lain, INDF mencatat lonjakan pada penghasilan dari operasi lain sebesar 68,6% secara tahunan menjadi Rp1,99 triliun pada 2025. Bisnis entitas asosiasi dan ventura bersama milik perseroan juga memberikan bagian laba Rp27,37 miliar, berbalik dari kerugian Rp1,36 triliun di 2024.
Direktur Utama dan CEO INDF, Anthoni Salim, mengatakan perusahaan tetap berada pada posisi yang baik di tengah tantangan makroekonomi, didukung model bisnis terintegrasi secara vertikal.
“Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” jelas Anthoni Salim, dalam keterangan yang disampaikan Senin (30/3) kemarin.
Berdasarkan segmen bisnis, produk konsumen bermerek INDF menjadi penopang utama penjualan pada 2025, dengan kontribusi sebesar Rp75,74 triliun sebelum eliminasi.
Berikutnya penjualan dari produk tepung Bogasari menyumbang Rp31,1 triliun, dari segmen agribisnis tumbuh 31,8% menjadi Rp21 triliun, dan dari segmen distribusi tumbuh 6,05% menjadi Rp7,4 triliun.
Dari segmen produk konsumen bermerek, INDF memegang mereka mi instan Indomie, promina, Chitato, dan air minum Club. Sedangkan merek produk untuk segmen agribisnis mulai dari Bimoli, Palma, dan Indo Sugar.
Berdasarkan pasar penjualan, sekitar 77% terhadap total penjualan bersih INDF mengandalkan pelanggan dari pasar domestik. Sedangkan 23% sisanya merupakan penjualan ekspor. (KR)