Anggaran masih tersisa Rp943,7 miliar, UNTR akhiri buyback lebih awal
Selasa, 31 Maret 2026
JAKARTA – Setelah berjalan dua bulan, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan berakhirnya masa pembelian kembali saham (buyback) Rp2 triliun per hari ini, Selasa, 31 Maret 2026.
Padahal, UNTR sebelumnya menjadwalkan aksi korporasi ini baru akan berakhir pada 15 April 2026 mendatang. Aksi korporasi ini memang telah dimulai sejak 22 Januari 2026 setelah harganya ambles 15% sehari sebelumnya.
“Sesuai pertimbangan dari manajemen Perseroan, Perseroan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Pembelian Kembali Saham terhitung sejak tanggal 31 Maret 2026,” tulis Ari Setiyawan, Corporate Secretary, dalam keterangan resmi.
Sepanjang periode tersebut, Perseroan mengaku telah membeli kembali sekitar 36,4 juta lembar saham dari publik, dan menggelontorkan dana hingga Rp1,1 triliun hingga Selasa (31/3).
Dengan kata lain, harga rata-rata pembelian kembali saham oleh UNTR berada di kisaran Rp29.015 per lembar. Namun, dari Rp2 triliun yang dianggarkan untuk buyback, masih terdapat sisa Rp943,7 miliar yang belum digunakan.
Sebagai catatan, sejak buyback dimulai, harga UNTR memang telah bergerak menguat hingga 12,02% per hari ini. Sahamnya melonjak dari Rp27.450 pada 22 Januari 2026 ke level Rp30.725 pada penutupan sesi I, Selasa (31/3).
Berdasarkan data IDNFinancials.com, UNTR sebelumnya menyelesaikan program buyback saham pada periode 30 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026.
Dalam periode tersebut, perseroan menyerap sekitar 8,5 juta saham dengan hampir seluruh dana buyback Rp2 triliun terserap, sehingga harga rata-rata pembelian tercatat sebesar Rp29.188 per saham. (ZH)