Ekspansi inorganik Chandra Asri bawa laba BRPT melonjak 8,7 kali lipat
Selasa, 31 Maret 2026

JAKARTA – Laba bersih PT Barito Pacific Tbk (BRPT) meroket hingga 767,2% secara tahunan, tembus US$489,8 juta pada tahun 2025 didukung keberhasilan integrasi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. milik Grup Chandra Asri.
Menurut siaran resmi Perseroan, peningkatan signifikan pada laba didorong pendapatan bersih yang melesat hingga 219,7% menjadi US$7,6 miliar.
Segmen petrokimia menjadi pilar pertumbuhan BRPT tahun ini, dengan kontribusi melambung hingga 293,3% menjadi US$7 miliar, atau setara 92% total pendapatan Perseroan tahun 2025.
“Kontribusi dari konsolidasi akuisisi Aster dalam segmen kimia kami, termasuk penambahan subsegmen kilang, yang mendorong segmen Chemicals & Energy mencatat peningkatan pendapatan hampir empat kali lipat,” jelas Agus Pangestu, Direktur Utama BRPT.
Sebagai catatan, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), lengan bisnis petrokimia Grup Barito dan holding Grup Chandra Asri, memang membukukan pendapatan dan laba bersih yang bertumbuh eksponensial tahun lalu.
Dengan pendapatan yang bertumbuh 3,9 kali lipat, TPIA membukukan laba perdana sebesar US$1,1 miliar setelah tiga tahun merugi.
Sementara itu, segmen energi, yang sebagian besar diwakili kontribusi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), hanya tumbuh 1,3% menjadi sebesar US$605 juta.
Seperti yang diberitakan IDNFinancials.com, BREN hanya membukukan pertumbuhan laba 8,3% di tahun 2025 yang didukung kenaikan pendapatan 1,4%.
“Memasuki tahun 2026, kami berada pada posisi yang solid, didukung oleh kinerja operasional yang tangguh serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis, termasuk integrasi dan pertumbuhan Chandra Asri yang terus berlanjut,” tambah Agus Pangestu.
Sebagai catatan, akuisisi Aster dan transaksi yang menyertainya juga mendongrak total aset BRPT per 2025 hingga 64,8% menjadi US$17,4 miliar, dengan kas dan setara kas sebesar US$3 miliar, dan ekuitas senilai US$6 miliar. (ZH)