Ekspor LNG terganggu di Selat Hormuz, Qatar produksi gas baru di Texas
Selasa, 31 Maret 2026

HOUSTON - Golden Pass LNG, perusahaan patungan antara QatarEnergy dan ExxonMobil, mulai memproduksi gas alam cair (LNG) pertama di fasilitas barunya di Texas. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi salah satu proyek ekspor energi terbesar Amerika Serikat.Seperti dikutip Reuters, perusahaan menyatakan pengiriman kargo LNG perdana ditargetkan berlangsung pada kuartal II 2026.Produksi awal berasal dari Train 1, unit liquefaksi pertama yang menambah kapasitas sekitar 6 juta ton per tahun (mtpa) ke pasar global.Presiden dan CEO Golden Pass, Alex Savva, menyebut dimulainya produksi di terminal Sabine Pass menandai rampungnya proses konstruksi, pengujian, dan persiapan operasional fasilitas.Jika telah beroperasi penuh, proyek Golden Pass diperkirakan mampu memproduksi hingga 18 mtpa LNG.Kehadiran fasilitas ini dinilai akan memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pemasok energi global yang andal, sekaligus membantu memenuhi permintaan gas dunia yang meningkat akibat gangguan pasokan di Timur Tengah akibta Perang Iran.QatarEnergy menguasai 70% saham proyek, sementara ExxonMobil memiliki 30%. Berdasarkan porsi kepemilikan, QatarEnergy diperkirakan memperoleh sedikit di atas 4 mtpa dari Train 1, sedangkan ExxonMobil hampir 2 mtpa.Produksi LNG Golden Pass menjadi semakin penting setelah QatarEnergy mengumumkan force majeure akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu sebagian operasinya.Gangguan tersebut disebut berdampak pada sekitar 20% pasokan LNG global dan berpotensi memangkas sekitar 17% produksi perusahaan hingga lima tahun.Proyek senilai US$10 miliar ini sempat menghadapi keterlambatan dan pembengkakan biaya sejak konstruksi dimulai pada 2019, termasuk akibat kebangkrutan kontraktor utama sebelumnya.Namun, dimulainya produksi pertama menandai langkah maju menuju operasi penuh dan pengiriman komersial.Terganggunya pasokan dari Qatar telah mendorong lonjakan harga LNG di Asia, membuat sejumlah negara beralih ke batu bara atau membatasi ekspor energi untuk menjaga kebutuhan domestik. (DK)