Kontribusi mall jadi penopang, laba bersih PWON naik 13,11% di 2025

Selasa, 31 Maret 2026

image

JAKARTA - Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,35 triliun hingga 31 Desember 2025, meningkat 13,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,07 triliun.Kinerja laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan yang naik 6,6% menjadi Rp7,11 triliun sepanjang 2025.

Berdasarkan siaran resmi Perseroan, Senin (30/1), pertumbuhan kinerja didukung pendapatan berulang dari segmen pusat perbelanjaan ritel yang melonjak 14% menjadi Rp3,93 triliun.

Sebagai catatan, PWON memang dikenal sebagai pemilik berbagai mall besar di Indonesia, termasuk Gandaria City dan Blok M Plaza di Indonesia, dan Pakuwon Mall di Surabaya.

Di sisi lain, pendapatan sewa perkantoran tercatat ambles 26% menjadi Rp 273 miliar, sedangkan pendapatan perhotelan hanya tumbuh 2% menjadi Rp 1,42 triliun. Selain itu, development revenue relatif stagnan di level Rp1,49 triliun.

"Sewa ritel memberikan kontribusi sebesar 55%, diikuti oleh hotel dan serviced apartment sebesar 20%, sewa perkantoran sebesar 4%, penjualan kondominium sebesar 14%, penjualan rumah tapak sebesar 6%, dan penjualan perkantoran sebesar 1%," jelas manajemen lebih lanjut.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan PWON turut meningkat 9% menjadi Rp3,16 triliun, sehingga membuat margin laba kotor sedikit merosot dari 56,5% menjadi 55,5%.

PWON juga melaporkan raihan marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun, didorong penjualan unit apartment di Pakuwon Mall Surabaya dan Pakuwon Residences Bekasi, serta rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City.

"Sekitar 63% dari total marketing sales Perseroan berasal dari program insentif PPNDTP yang dicanangkan pemerintah sejak triwulan 4 tahun 2023," aku manajemen lebih lanjut.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan tercatat Rp36,46 triliun per akhir Desember 2025, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp35,37 triliun.Kenaikan aset terutama ditopang oleh pertumbuhan aset tidak lancar menjadi Rp25,32 triliun dari Rp20,55 triliun pada tahun sebelumnya.Sementara itu, aset lancar menurun menjadi Rp11,142 triliun pada 2025 dari Rp14,82 triliun pada 2024.Di sisi lain, total liabilitas turun menjadi Rp9,84 triliun, sementara total ekuitas PWON meningkat menjadi Rp26,62 triliun.Pada perdagangan saham hari ini, Selasa (31/3), harga saham PWON turun 0,60% ke level Rp332 per lembar. Namun, dalam sebulan terakhir, saham PWON turun 6,74%, dan sejak awal 2026, turun 2,35%. (DK/ZH)