UNTR beri pinjaman US$10 juta bantu kembangkan proyek Waste-to-Energy

Selasa, 31 Maret 2026

image

JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) siap menyalurkan pinjaman sebesar US$10 juta—atau setara Rp167,82 miliar—kepada PT Jabar Environmental Solutions (JES).

Perjanjian pinjaman tersebut ditandatangani oleh kedua pihak pada Selasa, 26 Maret 2026, dan menyepakati bunga sebesar SOFR + margin 3% per tahun, dengan periode ketersediaan dana sepanjang 1 tahun sejak perjanjian.

Pinjaman ini merupakan transaksi afiliasi, mengingat anak usaha UNTR di bidang energi terbarukan, PT Energia Prima Nusantara (EPN), memiliki 21% saham JES.

JES sendiri merupakan perusahaan patungan yang didirikan bersama tiga perusahaan asal jepang, yaitu Sumitomo Corporation yang menguasai 49% saham JES, Kyuden International Corporation (25%), dan Kanadevia Corporation (5%).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (30/3), JES bergerak di bidang pembangkitan listrik dan pengolahan dan pembungan limbah dan sampah tidak berbahaya.

Sejalan dengan itu, pinjaman akan digunakan JES untuk memenuhi persyaratan penempatan dana pada rekening tertentu untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang berlokasi di Jawa Barat.

“Sebagaimana diatur dalam perjanjian antara JES dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN),” jelas manajemen dalam laporan resminya.

Menurut penelusuran IDNFinancials.com, JES akan mengelola Fasilitas Pengolahan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka di Nagreg, Jawa Barat.

JES sendiri telah menandatangai perjanjian kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat sejak Juni 2024 lalu. Commercial operation date (COD) fasilitas tersebut diperkirakan jatuh pada Februari 2029, dengan umur konsesi hingga 20 tahun.

Bagi UNTR, penyaluran pinjaman ini juga menjadi alternatif pemanfaatan dana internal dengan imbal hasil yang lebih menarik.

“Secara bisnis bagi Perseroan akan lebih menguntungkan apabila Perseroan memberikan Pinjaman ini, dibandingkan apabila Perseroan harus menyimpan dana kasnya di bank dengan rate deposito bank pada saat ini,” tambah Ari Setiyawan, Corporate Secretary UNTR, dalam keterangan resmi.

Setelah pinjaman ini, kas UNTR akan berkurang sekitar Rp167 miliar, namun akan terdapat tambahan piutang non-usaha pihak berelasi sebesar Rp9,4 miliar dari bunga yang didapat.

Per 31 Desember 2025, total aset UNTR tercatat sebesar Rp177,6 triliun, dengan kas dan setara kas Rp26,6 triliun, dan liabilitas sebesar Rp74,5 triliun. (ZH)