Pasukan udara AS tiba di Timur Tengah, untuk operasi di Kharg Island?

Rabu, 01 April 2026

image

TEHERAN - Ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara 82 AS yang elit telah mulai tiba di Timur Tengah, menurut dua pejabat AS yang berbicara kepada Reuters pada Senin.

Seperti dikutip Reuters (31/3), langkah ini terjadi saat Presiden Donald Trump mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam konflik dengan Iran.

Reuters melaporkan pertama kali pada 18 Maret bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengiriman tambahan pasukan AS ke wilayah tersebut, termasuk kemungkinan operasi di dalam wilayah Iran.

Paratrooper yang dikerahkan, berbasis di Fort Bragg, Carolina Utara, bergabung dengan ribuan pasukan AS lain yang sudah berada di kawasan, termasuk pelaut, marinir, dan pasukan Operasi Khusus.

Selama akhir pekan, sekitar 2.500 Marinir juga tiba di wilayah tersebut.

Pejabat yang berbicara secara anonim tidak menyebutkan lokasi pasti penempatan pasukan, namun langkah ini memang diperkirakan sebelumnya. Pasukan tambahan ini mencakup markas Divisi Lintas Udara 82, unit logistik dan dukungan, serta satu tim tempur brigade.

Belum ada keputusan untuk mengirim pasukan ke Iran, namun penempatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kemungkinan operasi di masa depan.

Misi potensial bisa termasuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran sekitar 90%, langkah yang sempat dibahas oleh pemerintahan AS awal bulan ini, meski sangat berisiko karena kemampuan misil dan drone Iran.

Opsi lain yang dipertimbangkan termasuk menempatkan pasukan darat di dalam Iran untuk mengamankan uranium tingkat tinggi atau untuk menjaga jalur aman bagi kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Misi terakhir sebagian besar akan melibatkan kekuatan udara dan laut, tetapi bisa saja memerlukan pasukan di pesisir Iran.

Pada Senin, Trump menyatakan AS tengah berdiskusi dengan “rezim yang lebih masuk akal” untuk mengakhiri konflik dengan Iran, sambil memperingatkan Tehran agar membuka Selat Hormuz atau menghadapi kemungkinan serangan terhadap fasilitas minyak dan pembangkit listrik.

Penggunaan pasukan darat AS, meskipun terbatas, menimbulkan risiko politik bagi Trump, mengingat rendahnya dukungan publik terhadap kampanye ini dan janji kampanyenya untuk menghindari keterlibatan baru di Timur Tengah.

Sejak 28 Februari, operasi AS yang dikenal sebagai Operation Epic Fury telah menarget lebih dari 11.000 lokasi, dengan lebih dari 300 tentara AS terluka dan 13 anggota tewas. (DK)