Rusia dan Iran manfaatkan kripto untuk beli drone militer

Rabu, 01 April 2026

image

TEHERAN - Kelompok yang terkait dengan Rusia dan Iran semakin memanfaatkan cryptocurrency untuk membeli drone murah dan komponen militer, menurut laporan terbaru dari perusahaan analitik blockchain Chainalysis.

Seperti dikutip Reuters, drone komersial kini menjadi alat penting dalam konflik di Ukraina dan Timur Tengah.

Karena drone murah tersedia luas di platform e-commerce global, sulit bagi pihak berwenang melacak pembeli dan tujuan penggunaan.

Meski sebagian besar pembelian drone dilakukan lewat jalur keuangan tradisional, jaringan pengadaan kini semakin menggunakan blockchain, buku digital publik tempat cryptocurrency beroperasi, yang memungkinkan peneliti menelusuri aliran transaksi dari asal hingga tujuan.

Peneliti Chainalysis melacak crypto dari dompet individu yang terhubung dengan pengembang drone atau kelompok paramiliter ke pembelian drone murah dan komponennya dari penjual e-commerce.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, kelompok pro-Rusia mengumpulkan lebih dari US$8,3 juta melalui donasi crypto, termasuk untuk pembelian drone.

Andrew Fierman, Kepala Intelijen Keamanan Nasional Chainalysis, mengatakan blockchain memungkinkan pihak berwenang mengidentifikasi aktivitas vendor, memetakan transaksi, dan memahami tujuan di balik pembelian.

Transaksi crypto senilai US$2.200–US$3.500 pun cocok dengan harga drone dan komponennya di e-commerce.

Laporan itu juga menemukan kelompok terkait Iran menggunakan crypto untuk membeli komponen drone dan menjual peralatan militer, termasuk dompet crypto yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps membeli komponen drone dari pemasok berbasis Hong Kong.

Meskipun total volume crypto untuk pengadaan drone masih kecil dibandingkan belanja militer keseluruhan, blockchain bisa membantu pihak berwenang melacak pembelian yang sebelumnya sulit ditelusuri.

Andrew Fierman menegaskan: “Blockchain memberikan wawasan yang tidak selalu tersedia lewat metode tradisional.” (DK)