Harga minyak rebound seiring prospek damai antara Rusia dan Ukraina
Rabu, 26 November 2025

BEIJING - Harga minyak naik pada Rabu setelah anjlok ke level terendah dalam sebulan, meski perkiraan kelebihan pasokan dan potensi kesepakatan damai Rusia-Ukraina membatasi kenaikan.
Harga minyak brent di pasar berjangka naik 28 sen atau 0,45% menjadi US$62,76 per barel pada pukul 07:08 GMT, sementara harga minyak WTI naik 26 sen atau 0,45% menjadi US$58,27 per barel.
“Kenaikan ringan ini lebih terasa sebagai jeda teknis daripada tren,” kata Priyanka Sachdeva, analis senior di Phillip Nova.
Sebagaimana dikutip Reuters, Sachdeva menilai setiap lonjakan harga minyak pada hari ini atau beberapa hari mendatang, akan lebih banyak dipengaruhi sinyal persediaan yang melunak, serta aksi tutup posisi short para pedagang di bursa berjangka.
“Pasar tetap condong ke arah penurunan, dengan investor semakin memperhitungkan kelebihan pasokan pada 2026 dan tidak ada katalis permintaan yang meyakinkan," imbuh Sachdeva.
Sebelumnya pada perdagangan Selasa, harga minyak brent dan WTI turun 89 sen setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan kepada para pemimpin Eropa, bahwa ia siap maju dengan kerangka perdamaian baru, dari apa yang diusulkan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
“Jika diselesaikan, kesepakatan bisa dengan cepat melonggarkan sanksi Barat terhadap ekspor energi Rusia,” kata analis IG, Tony Sycamore.
“Untuk saat ini, pasar menunggu kejelasan lebih lanjut, tapi risikonya adalah harga lebih rendah kecuali pembicaraan gagal," imbuh Scyamore.
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah mengirim delegasi untuk bertemu secara terpisah, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Ukraina. Sementara pejabat Ukraina menyatakan Zelenskiy bisa mengunjungi AS dalam beberapa hari mendatang, untuk menfinalisasi kesepakatan damai.
Inggris, Eropa, dan AS baru-baru ini memperketat sanksi terhadap Rusia, sementara pembelian minyak Rusia oleh India, yang merupakan pembeli utama Rusia, diperkirakan akan mencapai level terendah dalam tiga tahun pada Desember.
Persediaan minyak AS turun minggu lalu, sementara stok bahan bakar naik, menurut sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute.
Sebelumnya, survei Reuters memperkirakan persediaan minyak naik 1,86 juta barel untuk pekan yang berakhir 21 November. Data resmi dari Energy Information Administration dijadwalkan rilis Rabu pukul 10:30 ET (15:30 GMT).
Harga minyak juga mendapat sedikit dukungan dari ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve pada Desember, setelah data ekonomi menunjukkan penurunan belanja ritel dan inflasi yang melunak. (DK/KR)