IHSG rebound didukung de-eskalasi perang Iran, saham bank menguat
Rabu, 01 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (1/4) hari ini di zona hijau, dengan penguatan lebih dari 1,7% atau 124 poin.
Lebih dari 470 saham mencatat kenaikan harga hingga pukul 9.15 WIB, sebanyak 125 saham melemah dan sisanya stagnan.
Tiga saham dengan nilai transaksi tertinggi pada pembukaan yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp206 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp203 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp112 miliar. Harga saham tiga bank terbesar ini pun kompak menguat, dengan kenaikan tertinggi pada BBRI yang mencapai 2,4%.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan indeks utama di Wall Street pada Selasa (31/3) kemarin, serta ekspektasi berakhirnya konflik di Timur Tengah, menjadi sentimen positif bagi pasar.
Meskipun di sisi lain, berlanjutnya aksi net sell investor asing tetap menjadi kekhawatiran bagi pasar saham. “IHSG hari ini berpotensi untuk rebound menguat dengan support 6.945-6.840 dan resistance 7.152-7.258,” jelas analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan pagi ini.
Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menyampaikan hal serupa, bahwa IHSG berpotensi rebound didukung sentimen de-eskalasi perang di Timur Tengah.
“Diperkirakan IHSG akan menguji level resistance di 7.100-7.200,” jelas analis Phintraco.
Menurut data Bloomberg, mayoritas indeks saham di kawasan emerging Asia kompak menghijau, dipimpin KOSPI yang melesat 6,44%. NIFTY India jadi satu-satunya indeks saham yang melemah, dengan penurunan 2,14%.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI dan brent tetap bertahan di atas level US$100 per barel. Sementara harga emas di pasar spot menguat terbatas 0,60% ke level US$4.696,22 per troi ons. (KR)