Ekspor batu bara jatuh, laba INDY merosot 40,3%
Rabu, 01 April 2026

JAKARTA - Emiten batu bara milik Arsjad Rasjid, PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan laba bersih sebesar US$6,02 juta atau Rp100,5 miliar sepanjang 2025, turun 40,3% dari US$10,08 juta atau Rp168,3 miliar pada tahun sebelumnya, dengan asumsi kurs JISDOR Rp16.700 per dolar AS.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, pendapatan INDY tercatat sebesar US$2,03 miliar atau Rp33,90 triliun pada 2025, turun 16,8% dari US$2,44 miliar pada 2024.
Sebagian besar pendapatan INDY berasal dari penjualan batu bara yang mencapai US$1,66 miliar, turun 18,9% secara tahunan. Penjualan ekspor 30,6% menjadi US$1,03 miliar. Sementara penjualan domestik naik 11,8% menjadi US$633,29 juta.
Pendapatan dari kontrak dan jasa meningkat tipi 0,2% menjadi US$297,12 juta, dengan kontrak terbesar dari PT XOM Indonesia, PT AGPA Refinery Complex, dan PT Pertamina EP.
INDY juga membukukan pendapatan lainnya sebesar US$67,91 juta, turun 29,6% secara tahunan.
Secara keseluruhan, pendapatan INDY dari pasar luar negeri mencapai sekitar US$1,07 miliar, turun 31% secara tahunan. Sebaliknya, pendapatan domestik naik 11% menjadi US$658,78 juta.
Sementara itu, beban pokok pendapatan INDY pada 2025 turun 16,6% menjadi US$1,76 miliar, dari US$2,11 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset INDY tercatat US$2,93 miliar atau Rp48,93 triliun, turun 1,0% pada akhir 2025. Liabilitasnya menyusut 1,3% menjadi US$1,58 miliar dan ekuitasnya menyusut 0,7% menjadi US$1,34 miliar. (DH/KR)