Penjualan di bawah target, laba Bukit Asam ambles 42,6% di 2025

Rabu, 01 April 2026

image

JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), emiten tambang batu bara milik pemerintah Indonesia, mencetak laba bersih Rp2,92 triliun pada tahun buku 2025.

Perolehan itu turun 42,6% secara tahunan, atau dari Rp5,1 triliun pada tahun sebelumnya.

Padahal pendapatan PTBA pada 2025 cenderung datar, meskipun turun 0,27% secara tahunan menjadi Rp42,6 triliun. Namun pos pengeluaran menunjukkan adanya kenaikan signifikan.

Beban pokok pendapatan PTBA naik 5,30% menjadi Rp36,39 triliun pada 2025, beban umum & administrasi meningkat 13% menjadi Rp2,3 triliun, dan biaya keuangan naik 14,8% menjadi Rp352 miliar.

Dari sisi operasional, volume produksi batu bara PTBA meningkat 9% secara tahunan menjadi 47,2 juta ton pada 2025. Volume penjualan batu bara juga meningkat 6% menjadi 45,4 juta ton.

Meskipun demikian, volume produksi dan penjualan batu bara PTBA masih di bawah target 2025, yang ditetapkan masing-masing sebesar 50,1 juta ton.

Penurunan laba bersih PTBA pada 2025 pun membuat laba per sahamnya menyusut jadi Rp254, dari sebelumnya Rp444 per lembar saham.

Harga saham PTBA pun dibuka melemah 3,46% pada pembukaan perdagangan Rabu (1/4) hari ini dan turun 4,40% hingga pukul 11.15 WIB ke level Rp3.040 per lembar, membuat valuasi Price to Earning Ratio (PER) emiten pelat merah ini berada di kisaran 11x.

Meskipun demikian, PTBA dikenal konsisten sebagai BUMN yang konsisten memberikan yield dividen di atas 10%. Misalnya yield dividen yang diberikan pada 2024 sebesar 11,27% dan puncaknya pada 2022 sebesar 29,57%.

Pemerintah Indonesia melalui MIND ID saat ini mengendalikan 65,93% saham PTBA. Sedangkan investor publik memegang 34,02% saham. (KR)