Neraca dagang RI surplus US$2,23 miliar berkat AS dan India
Rabu, 01 April 2026

JAKARTA – Neraca dagang Indonesia kembali mencatatkan surplus US$1,27 miliar pada Februari 2026, meningkat 33,7% secara bulanan atau dari US$0,95 miliar pada Januari 2026.
Realisasi tersebut membuat surplus neraca dagang Indonesia sejak awal tahun mencapai US$2,23 miliar hingga akhir Februari 2026.
“Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut yaitu sejak bulan Mei 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa dari Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono.
Ateng menambahkan, neraca dagang Indonesia pada Februari 2026 didukung komoditas nonmigas yang mencatatkan surplus US$2,19 miliar. Namun angka ini lebih rendah dari surplus pada Januari, yang mencapai US$3,22 miliar.
Sementara neraca dagang untuk sektor migas tetap mencatatkan defisit US$0,92 miliar pada Februari 2026, namun lebih rendah dari defisit pada Januari yang mencapai US$2,27 miliar.
Namun realisasi surplus neraca dagang Indonesia pada dua bulan pertama 2026, lebih rendah secara tahunan atau dari Januari-Februari 2025 yang mencapai US$6,59 miliar.
Negara mitra dagang yang membantu surplus dagang Indonesia pada Januari-Februari 2026 yaitu Amerika Serikat dengan kontribusi surplus US$3,11 miliar, India US$2,29 miliar, dan Filipina US$1,54 miliar. (KR)