Trump isyaratkan akhir perang Iran, minyak brent turun di bawah US$100

Kamis, 02 April 2026

image

NEW YORK - Futures minyak Brent turun 4% pada Rabu pagi, diperdagangkan di bawah US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam seminggu, setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa perang dengan Iran bisa berakhir dalam tiga minggu.

Seperti dikutip Oilprice, pada perdagangan pagi di Eropa, Brent Crude turun 4,52% menjadi US$99,20 per barel, sementara WTI Crude turun 4,04% menjadi US$97,30 per barel.

Harga minyak turun setelah Trump menyampaikan kepada wartawan di Oval Office pada Selasa malam bahwa AS akan meninggalkan Iran “dengan segera” dan aksi militer bisa berakhir dalam dua hingga tiga minggu.

“Kami pergi karena tidak ada alasan bagi kami untuk tetap di sini,” kata Trump. “Kami akan pergi segera.”

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, kemudian menyampaikan bahwa “Presiden Trump akan memberikan Pidato Nasional untuk memberikan pembaruan penting mengenai Iran” pada pukul 21.00 ET Rabu.

Setelah berminggu-minggu menekankan adanya negosiasi, Trump juga menyebut pada Selasa malam bahwa AS tidak harus membuat kesepakatan dengan Iran dan bisa sekadar menyatakan kemenangan lalu meninggalkan negara itu.

“Mereka tidak perlu membuat kesepakatan dengan saya jika kami merasa mereka telah, untuk waktu yang lama, kembali ke zaman batu, dan mereka tidak akan bisa membuat senjata nuklir,” kata Trump.

“Kemudian kami akan pergi, entah ada kesepakatan atau tidak. Sekarang ini tidak relevan. Bisa saja ada kesepakatan karena mereka ingin membuat kesepakatan.”

Harga minyak anjlok setelah pernyataan ini, meski belum jelas kapan Selat Hormuz akan kembali normal untuk lalu lintas kapal.

“Bahkan jika Selat dibuka kembali, mengatasi backlog kapal akan memerlukan waktu, dengan produksi, ekspor, dan aliran LNG yang normalisasi secara bertahap, bukan seketika,” tulis analis komoditas ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, dalam catatan pada Rabu. (DK)