UBS prediksi dolar-yen capai 175 jika gangguan minyak berkepanjangan
Kamis, 02 April 2026
TIONGKOK - Strategi dari UBS Group AG memperkirakan pelemahan yen akan berlanjut, bahkan ketika pejabat Jepang meningkatkan retorika intervensi.
Seperti dikutip Bloomberg, dalam skenario “gangguan berkepanjangan”, pasangan dollar-yen bisa menyentuh 175 pada akhir tahun.
Para analis UBS, termasuk Shahab Jalinoos, menyoroti bahwa jika harga minyak mendekati US$150 per barel, intervensi valuta asing untuk menekan inflasi bisa justru mendorong pasar menjual yen lebih tinggi, menguras cadangan devisa tanpa mengubah arah pasar.
Upaya menahan inflasi kemungkinan lebih mengandalkan kebijakan fiskal, seperti subsidi energi.
Dalam skenario ini, pasar bisa menilai pembuat kebijakan Jepang tidak berniat menghentikan pelemahan yen, yang dipicu oleh tekanan global akibat stagflasi dan shock terms-of-trade, sehingga mendorong dollar-yen naik tajam.
Dollar-yen baru-baru ini menembus level 160 untuk pertama kali sejak 2024, memicu peringatan tegas dari pejabat.
Pejabat mata uang Jepang Atsushi Mimura menekankan risiko “tindakan tegas,” Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyebut pergerakan nilai tukar sebagai faktor kebijakan, dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan kesiapan merespons, menunjukkan kepekaan tinggi terhadap pelemahan yen lebih lanjut. (DK)