Kepala Angkatan Laut Prancis: China harus gabung amankan Selat Hormuz

Kamis, 02 April 2026

image

PARIS – China pada suatu titik nanti kemungkinan harus terlibat lebih langsung dalam upaya memulihkan arus lalu lintas minyak di Selat Hormuz, karena jumlah kapal yang melewati jalur tersebut kemungkinan belum mencukupi, kata Kepala Angkatan Laut Prancis pada Rabu.

“Kita belum melihat Angkatan Laut China ikut campur untuk membuka kembali selat,” ujar Laksamana Nicolas Vaujour dalam konferensi keamanan War & Peace di Paris.

Seperti dikutip Reuters, di sisi lain, sambung Nicolas, ada dialog politik langsung antara otoritas China dan Iran untuk memastikan sejumlah kapal dapat melintas. Apakah itu cukup untuk mengembalikan arus lalu lintas normal?

"Saya rasa tidak. Akibatnya, China kemungkinan harus terlibat lebih langsung dalam perdebatan ini dan menunjukkan ketidaksabarannya atas tetap tertutupnya selat.”

Vaujour menambahkan bahwa Prancis tengah berupaya mengumpulkan sejumlah negara di tingkat politik untuk menentukan kondisi yang memungkinkan selat dibuka kembali secara permanen.

Tentara nantinya akan diperlukan untuk memantau pembukaan kembali tersebut, dengan mempertimbangkan model misi Agenor yang dipimpin Uni Eropa sebelumnya yang beroperasi di selat.

Mereka juga sedang menilai apakah ranjau telah dipasang dan perlu dibersihkan.

“Ini jelas bukan masalah Prancis saja. Hal ini menyangkut semua negara mitra, negara Teluk, Amerika Serikat, dan negara Eropa lainnya. Namun ini jelas menjadi isu yang kami tangani, jika penempatan ranjau dikonfirmasi, yang hingga saat ini belum terbukti,” tuturnya. (DK)