Laba KLBF capai Rp3,66 triliun pada 2025, siapkan buyback
Kamis, 02 April 2026

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat laba bersih sebesar Rp3,66 triliun sepanjang tahun 2025, meningkat 13,0% dibandingkan Rp3,24 triliun pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, penjualan KLBF mencapai Rp35,32 triliun, naik 8,3% dari Rp32,62 triliun pada 2024.
Dari sisi geografis, penjualan domestik sebesar Rp32,70 triliun, meningkat 6,1% dari Rp30,82 triliun. Sementara penjualan ekspor mencapai Rp2,62 triliun, melonjak 45,3% dibandingkan Rp1,80 triliun pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan segmen usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada distribusi dan logistik yang mencapai Rp12,21 triliun, naik 14,4% dari Rp10,90 triliun. Segmen obat resep mencatat Rp10,24 triliun, tumbuh 10,9% dari Rp9,23 triliun.
Segmen produk kesehatan mencatat penjualan Rp4,83 triliun, meningkat 11,4% dari Rp4,31 triliun. Sebaliknya, segmen nutrisi mengalami penurunan menjadi Rp8,05 triliun, turun 1,7% dari Rp8,19 triliun pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset KLBF mencapai Rp30,69 triliun, meningkat 4,3% dari Rp29,42 triliun. Liabilitas tercatat Rp5,97 triliun, naik 23,6% dari Rp4,83 triliun. Sementara itu, ekuitas sebesar Rp24,72 triliun, meningkat 0,5% dibandingkan Rp24,59 triliun pada tahun sebelumnya.
Selain itu, perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung pada 2 April hingga 2 Juli 2026 dengan periode maksimum tiga bulan, sesuai ketentuan regulator.Perseroan akan melaksanakan buyback melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan jasa perantara pedagang efek.
Dalam keterbukaan informasi, biaya pelaksanaan buyback diperkirakan maksimal 0,1% dari total nilai aksi tersebut. Manajemen menyatakan buyback akan dibiayai dari dana internal. Dampaknya, pendapatan bunga diperkirakan turun sekitar Rp5,9 miliar setelah periode buyback selesai, namun dinilai tidak material terhadap kinerja perusahaan.
Dari sisi kinerja saham, perseroan memperkirakan laba per saham (EPS) proforma meningkat menjadi Rp81,19, dibandingkan realisasi sebelumnya sebesar Rp80,51.
Manajemen menyebut aksi ini bertujuan meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental saham serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang.
“Pembelian kembali saham diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada investor terhadap nilai fundamental saham Perusahaan,” tutup manajemen.(DH)