IHSG turun paling dalam setelah KOSPI, dolar parkir di Rp17.002
Kamis, 02 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,19% atau 157,66 poin ke level 7.026,78 pada perdagangan kamis (2/4) hari ini, menghapus kenaikan yang dicapai sejak awal pekan.
Posisi IHSG pun berada di jajaran indeks terburuk di kawasan emerging market Asia, tepat setelah KOSPI yang mengalami penurunan 4,47%.
Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp12,8 triliun, melibatkan perdagangan 25,58 miliar lembar saham. Sebanyak 177 saham mencatat kenaikan harga, sementara 530 saham melemah dan 113 saham stagnan.
Mayoritas indeks sektoral di BEI bergerak melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor Basic Material yang mencapai 4,86%. Sektor konsumer siklikal jadi satu-satunya yang mencatat kenaikan, meskipun hanya 0,45%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG bereaksi terhadap pidato terbaru Presiden Donald Trump, yang disampaikan saat pembukaan sesi Asia hari ini.
Dalam pidato kenegaraan itu, Trump membalikkan tensinya yang sempat optimis akan ada kesepakatan damai dengan Iran, menjadi rencana serangan berskala besar dalam 2-3 pekan mendatang.
Merespons pidato tersebut, harga minyak mentah brent dan WTI berbalik menguat setelah sempat turun di bawah US$100 per barel, pada pembukaan sesi Asia.
Di pasar valuta asing, mayoritas mata uang emerging market Asia juga melemah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah di pasar spot berbalik melemah dan tutup di level Rp17.002 per dolar AS, setelah sempat menguat di bawah Rp17.000 di awal perdagangan.
Dari pasar komoditas, harga minyak WTI mencatat kenaikan 7,08% dan berada di US$107,21 per barel hingga pembukaan sesi London. Sedangkan harga minyak brent naik 7,37% ke US$108,62 per barel.
Menghadapi volatilitas tersebut, Deputi CEO Alphavalue, Laurent Lamagnere, menilai saat ini pasar benar-benar tidak terkendali.
“Kami sangat khawatir tentang dampak pada putaran kedua kali ini, tidak hanya pada harga minyak tetapi juga pada pasokan, yang berpotensi memangkas destinasi dan berdampak pada turisme,” jelas Lamagnere, seperti dikutip Bloomberg.
Di pasar komoditas logam mulia seperti emas di pasar spot melemah 2,90% ke US$4.620,58 per troi ons, serta silver turun 5,93% ke US$71,57 per troi ons. (KR)