BMRI terbitkan US$750 juta obligasi global, tenor 5 tahun

Kamis, 02 April 2026

image

JAKARTA -  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperkuat kehadirannya di pasar internasional melalui penerbitan obligasi global senilai US$750 juta dengan tenor 5 tahun, yang diluncurkan pada 31 Maret 2026 dengan tingkat kupon 5,25%.

“Ini merupakan langkah strategis kami untuk memperluas akses ke pasar internasional sekaligus memanfaatkan sentimen positif investor global,” ujar Ari Rizaldi, Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, dalam keterangan resmi, Rabu (1/4).

Penerbitan ini menjadi benchmark USD pertama dari Asia Tenggara sejak meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.

Meskipun kondisi pasar sempat menantang dan sesi pasar AS negatif, Bank Mandiri memilih pendekatan hati-hati dengan memantau perkembangan pasar setelah pembukaan sesi Asia.

“Kami tidak meluncurkan obligasi secara prematur atau menarik diri dari pasar, tetapi menunggu momen yang tepat untuk memastikan eksekusi optimal,” tambah Ari Rizaldi.

Sentimen pasar yang membaik, terlihat dari sesi Asia yang positif dan penguatan indeks futures AS, memungkinkan Bank Mandiri berhasil mengeksekusi transaksi.

Strategi eksekusi intraday diterapkan untuk meminimalkan risiko volatilitas sambil memanfaatkan kondisi pasar yang ada.

“Pendekatan ini didukung oleh reputasi kami sebagai penerbit yang rutin dan hubungan yang erat dengan investor global,” jelas Ari Rizaldi.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk tujuan korporasi umum.

Obligasi ini mendapat peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta akan tercatat di Bursa Singapura.

Distribusi obligasi berhasil menjangkau manajer dana dan aset (85%), bank (8%), perusahaan asuransi (3%), lembaga resmi dan investor publik (3%), serta bank swasta (1%).

Dari sisi wilayah, alokasi tersebar di Asia (69%), EMEA (26%), dan investor AS luar negeri (5%).

Transaksi ini dipimpin oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers. (DK)