AOC hadang bantuan ke Israel, sinyal arah Demokrat di pemilu AS 2028?
Jumat, 03 April 2026

NEW YORK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Alexandria Ocasio-Cortez (AOC), secara terbuka menyatakan bahwa ia akan memberikan suara menolak pengiriman bantuan militer apa pun ke Israel, termasuk pasokan pertahanan seperti sistem peluru kendali Iron Dome.
Pernyataan tegas pada hari Selasa tersebut menandai pergeseran sikap yang signifikan dari seorang tokoh Partai Demokrat yang digadang-gadang sebagai kandidat potensial untuk pemilihan presiden AS pada tahun 2028 mendatang.
Komitmen untuk memilih "tidak" pada pengeluaran bantuan militer ini disampaikan Ocasio-Cortez secara langsung kepada para anggota Democratic Socialists of America cabang New York City dalam sebuah forum tertutup yang membahas perihal dukungan terhadap upaya pencalonan kembalinya.
Seperti dikutip edition.cnn.com (01/04/2026), pernyataan yang pertama kali dilaporkan oleh City & State tersebut kemudian dikonfirmasi oleh juru bicara sang legislator kepada CNN.
Komentar ini muncul tepat ketika Partai Demokrat mulai mengambil sikap yang lebih kritis terhadap pemerintah Israel serta kelompok pelobi pro-Israel yang diketahui telah menghabiskan jutaan dolar untuk menjegal kandidat Demokrat yang mendukung pensyaratan bantuan ke Israel.
Di tengah dinamika ini, para pejabat partai paling terkenal masih bergelut mengenai cara menyuarakan kritik mereka. Bulan lalu, Gubernur California, Gavin Newsom, harus menarik kembali komentarnya yang sempat menyebut Israel sebagai "semacam negara apartheid" (sort of an apartheid state).
Newsom kemudian mengklarifikasi kepada Politico bahwa ia bermaksud menyuarakan kekhawatirannya bahwa Israel akan menuju ke arah sana di bawah arahan sayap kanan ekstrem yang dituruti oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sebagai salah satu kritikus paling tajam terhadap Israel di DPR, pendekatan Ocasio-Cortez terhadap bantuan pertahanan nyatanya sempat goyah selama bertahun-tahun. Pada tahun 2021, ia memilih "hadir" (present) pada rancangan undang-undang pendanaan tambahan untuk Iron Dome meski menyatakan menentangnya.
Kemudian pada tahun 2024, ia turut menandatangani surat bersama para legislator progresif (progressive lawmakers) yang menolak pengiriman senjata ofensif namun tetap menyatakan dukungan untuk memperkuat Iron Dome dan sistem pertahanan lainnya.
Namun, dalam pernyataan terbarunya pada hari Rabu, ia menegaskan bahwa sekutu yang membutuhkan bantuan militer harus memahami bahwa AS akan memberikannya secara konsisten dengan Leahy amendment, sebuah regulasi yang melarang pengiriman bantuan kepada unit keamanan asing yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
Di sisi lain, Israel terus membantah keras tuduhan genosida di Gaza dari kelompok hak asasi manusia pasca-serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober lalu.
"Saya percaya pemerintah Israel mampu mendanai sendiri sistem Iron Dome, yang telah terbukti penting untuk menjaga warga sipil tak berdosa tetap aman dari serangan roket dan pengeboman," tegas Ocasio-Cortez dalam pernyataannya.
"Konsisten dengan rekam jejak pemungutan suara saya hingga saat ini, saya tidak akan mendukung Kongres yang mengirimkan lebih banyak uang pembayar pajak dan bantuan militer kepada pemerintah yang secara konsisten mengabaikan hukum internasional dan hukum AS." (SF)