Nvidia mulai tergeser, chip lokal China kuasai 41% pasar AI
Jumat, 03 April 2026
BEIJING – Dominasi absolut Nvidia di salah satu pasar luar negeri terpentingnya kini mulai tergerus secara masif. Para pembuat cip kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dan unit pemrosesan grafis (GPU) asal China dilaporkan berhasil merebut hampir 41 persen pangsa pasar peladen akselerator AI (AI accelerator server) di negara tersebut sepanjang tahun lalu.
Pencapaian bersejarah ini tidak lepas dari sikap Beijing yang semakin waspada terhadap ketergantungan pada cip asing, sehingga mendorong berbagai lembaga pemerintah dan perusahaan untuk agresif beralih ke alternatif domestik setelah rentetan kontrol ekspor Amerika Serikat (AS) memutus akses China dari produk-produk paling canggih milik Nvidia.
Seperti dikutip Reuters (01/04/2026), berdasarkan data dari laporan IDC yang ditinjau oleh Reuters, total pengiriman kartu akselerator AI oleh Nvidia, AMD, dan pembuat cip China mencapai sekitar 4 juta unit di negara tersebut pada tahun 2025.
Meskipun mencatatkan kemunduran yang signifikan di pasar yang sebelumnya mereka dominasi, pembuat cip asal AS, Nvidia, nyatanya masih mampu mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dengan pengiriman sekitar 2,2 juta kartu dan memegang 55 persen pangsa pasar. Sementara itu, AMD hanya mencatatkan kehadiran yang moderat dengan mengirimkan sekitar 160.000 kartu untuk mengamankan pangsa pasar sebesar 4 persen.
Di sisi lain, para vendor China secara kolektif sukses mengirimkan 1,65 juta kartu yang menyumbang 41 persen dari total pasar. Angka ini menegaskan seberapa agresifnya para pemain domestik bergerak untuk mengisi kekosongan akibat pengetatan kontrol ekspor AS tersebut.
Huawei Technologies muncul sebagai pemimpin mutlak di antara para vendor China dengan mengirimkan sekitar 812.000 cip AI, yang setara dengan hampir separuh dari seluruh pengiriman merek domestik. Unit desain cip milik Alibaba, T-Head, mengamankan posisi kedua dengan pengiriman sekitar 265.000 kartu.
Sementara itu, Kunlunxin milik Baidu dan Cambricon masing-masing mengirimkan sekitar 116.000 kartu, menempatkan keduanya di posisi ketiga bersama di jajaran vendor lokal. Pemain lainnya seperti Hygon, serta startup GPU MetaX dan Iluvatar CoreX, masing-masing menyumbang 5 persen, 4 persen, dan 3 persen dari total pengiriman vendor China.
Transisi pangsa pasar ini semakin diakselerasi oleh manuver pemerintah pusat yang meluncurkan gelombang baru pengeluaran infrastruktur AI pada tahun 2025. Kebijakan ini memicu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pusat komputasi cerdas (intelligent computing centers) di berbagai provinsi, di mana banyak di antaranya membawa arahan implisit dari pemerintah untuk secara ketat membeli produk buatan China (buy Chinese). (SF)