Terbang dengan satu mesin, Boeing 777 ANA mendarat selamat di Chitose

Jumat, 03 April 2026

image

TOKYO – Sebuah insiden penerbangan mendebarkan namun sangat terkendali baru saja dialami oleh maskapai All Nippon Airways (NH) atau ANA. Pesawat Boeing 777-200ER yang dioperasikan di bawah nomor penerbangan NH65 terpaksa mematikan satu mesinnya di tengah udara (mid-flight) setelah suhu oli dilaporkan melonjak melampaui batas aman.

Insiden pada 1 April 2025 tersebut terjadi saat pesawat sedang menempuh rute domestik dari Bandara Haneda Tokyo (HND) menuju Bandara New Chitose Sapporo (CTS). Meski terbang hanya dengan mengandalkan mesin sebelah kanan, armada yang membawa total 327 jiwa tersebut berhasil menyentuh landasan dengan selamat tanpa insiden lanjutan.

Pihak maskapai secara resmi mengklasifikasikan kejadian ini sebagai pendaratan normal (normal landing), bukan pendaratan darurat (emergency landing), lantaran pilot sama sekali tidak mengajukan permintaan prioritas kepada pengatur lalu lintas udara (air traffic control). Saat ini, penyelidikan penuh atas kerusakan mesin tersebut sedang berlangsung.

Seperti dikutip Aviationa2z (02/04/2026), armada dengan nomor registrasi JA745A tersebut mengangkut 317 penumpang beserta 10 awak yang terdiri dari dua pilot dan delapan awak kabin.

Rangkaian perjalanan penerbangan NH65 awalnya berjalan mulus saat bertolak meninggalkan gerbang (gate) 63 di Bandara Haneda pada pukul 13.05 waktu setempat.

Namun, ketika pesawat mulai melakukan pendekatan ke wilayah udara Sapporo, instrumen kokpit menunjukkan bahwa suhu oli pada mesin bagian kiri merangkak naik melampaui batas yang dapat diterima.

Mengikuti prosedur operasional standar secara ketat, kru penerbangan segera mengambil keputusan krusial untuk mematikan mesin yang terdampak, melaporkan situasi tersebut kepada pihak berwenang di darat, dan tetap melanjutkan arah menuju Bandara New Chitose.

Berdasarkan data pelacakan dari platform Flightradar24, pesawat tersebut tidak langsung mendarat. Mulai sekitar pukul 14.37, pesawat terlihat melakukan manuver berputar berlawanan arah jarum jam (counterclockwise) selama kurang lebih tujuh menit di atas wilayah udara Kota Hidaka, Hokkaido, yang terletak di sebelah tenggara Bandara New Chitose, sebelum akhirnya memulai fase pendekatan akhir.

Pesawat berbadan lebar itu akhirnya menyentuh landasan pacu (touched down) pada pukul 14.57. Alih-alih ditarik oleh kendaraan derek, pesawat menjalani inspeksi darat terlebih dahulu sebelum akhirnya meluncur masuk (taxied) menuju gerbang 8 dengan menggunakan tenaganya sendiri pada pukul 15.24, berselang 27 menit setelah mendarat.

Laporan dari AviationWire mencatat bahwa pesawat bermesin ganda seperti Boeing 777 sejatinya telah disertifikasi di bawah regulasi ETOPS untuk beroperasi dengan aman menggunakan satu mesin selama periode yang ditentukan.

Hal ini membuat prosedur mematikan mesin tersebut merupakan skenario yang dapat dikelola dan sudah dipraktikkan secara rutin oleh kru penerbangan yang terlatih.

Dari segi spesifikasi teknis, Boeing 777-200ER yang digunakan untuk penerbangan ini dikonfigurasi khusus untuk operasi domestik dengan kapasitas besar, memuat 392 kursi yang terbagi menjadi 28 kursi kelas premium (premium class) dan 364 kursi kelas ekonomi (economy class).

Tenaga raksasanya disokong oleh dua unit mesin Pratt & Whitney PW4074D, yang merupakan varian turunan dari seri PW4090 dengan daya dorong (thrust rating) mencapai 90.000 pon yang dikelola melalui program kontrol mesin khusus.

Sebelum mengalami insiden di sore hari, pesawat yang tangguh ini tercatat telah menyelesaikan jadwal penerbangan sejak pagi; melayani penerbangan NH241 dari Haneda ke Fukuoka (FUK) pada pukul 07.30, diikuti penerbangan pulang NH246 dari Fukuoka pada pukul 10.15 sebelum ditugaskan sebagai penerbangan NH65.

Buntut dari matinya mesin dan kebutuhan inspeksi menyeluruh tersebut, ANA mengonfirmasi pembatalan penerbangan NH68 yakni jadwal pulang dari Sapporo ke Haneda yang semula berangkat pukul 15.30.

Pihak maskapai memastikan seluruh penumpang yang terdampak telah dialihkan ke penerbangan alternatif dan tidak ada jadwal penerbangan lain yang terganggu selain NH68. (SF)