Merger dengan McCormick, Dewan Pekerja Unilever Eropa khawatir PHK
Sabtu, 04 April 2026

LONDON – Dewan Pekerja Eropa Unilever (UEWC) mengkhawatirkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat rencana penggabungan bisnis makanan Unilever dengan perusahaan rempah asal Amerika Serikat, McCormick.Seperti dikutip Reuters, kekhawatiran tersebut dinilai meningkatkan ketidakpastian di kalangan pekerja dan berpotensi memicu aksi serikat buruh.Unilever dan McCormick pada Selasa mengumumkan kesepakatan untuk menggabungkan bisnis makanan Unilever dengan produsen bumbu tersebut dan membentuk raksasa makanan bernilai sekitar US$65 miliar.Langkah ini berpotensi membuat merek-merek seperti mayones Hellmann’s berada dalam satu payung dengan saus pedas Cholula milik McCormick.“Kami khawatir kemungkinan transaksi ini akan diikuti langkah-langkah terkait tenaga kerja,” kata UEWC kepada Reuters.Dewan tersebut mewakili hampir 20.000 karyawan di Eropa dan Inggris. “Ketidakpastian di kalangan pekerja saat ini cukup tinggi.”Penolakan dari pekerja dan serikat buruh berpotensi menambah tantangan bagi Unilever dan CEO Fernando Fernández yang tengah menjalankan transformasi besar di perusahaan Inggris tersebut, termasuk menyederhanakan bisnis, menekan biaya, dan mempertajam fokus pada segmen kesehatan serta kecantikan.UEWC menyatakan akan berkoordinasi dengan serikat pekerja untuk membahas kemungkinan langkah yang diambil jika Unilever tidak “menemukan solusi yang baik bagi karyawan yang terdampak”.“Hal ini bisa berujung pada proses negosiasi hingga kemungkinan aksi mogok di berbagai negara, tergantung pada regulasi yang berlaku di Eropa,” ujar UEWC.Menanggapi potensi PHK dan aksi serikat, CEO Unilever Fernández mengatakan perusahaan akan segera memulai konsultasi dengan UEWC.Saat ini, Unilever memiliki sekitar 4.800 karyawan di bisnis makanan di Eropa dan Inggris, setara sekitar sepertiga dari total tenaga kerja perusahaan di kawasan tersebut.
Seperti di beritakan IDNFinancials.com sebelumnya, Unilever menjual sebagian besar bisnis makanannya kepada McCormick senilai US$15,7 miliar menegaskan perubahan besar di industri barang konsumsi global.Perusahaan-perusahaan besar kini mulai meninggalkan model konglomerasi raksasa yang mengandalkan banyak kategori produk, dan beralih ke strategi fokus pada segmen yang dinilai paling kuat dan menguntungkan.Perubahan ini terjadi seiring memudarnya lonjakan harga pascapandemi serta melambatnya pertumbuhan di pasar besar seperti China. (DK)
Terkait: Unilever jual bisnis makanan ke McCormick senilai US$15,7 miliar