Goldman Sachs: Kinerja hedge fund anjlok, terburuk dalam 4 tahun

Sabtu, 04 April 2026

image

JAKARTA - Hedge fund global bulan lalu mengalami penurunan bulanan terburuk dalam lebih dari empat tahun, menurut sejumlah pialang utama Wall Street, seiring volatilitas pasar akibat perang Iran menghantam saham dan menekan kinerja pengelola dana terbesar dunia.

Seperti dikutip Reuters, hedge fund biasanya berupaya menghasilkan imbal hasil tinggi untuk membenarkan biaya mereka, namun beberapa strategi mengalami tekanan pada kuartal pertama tahun ini setelah kinerja luar biasa pada 2025.

Menurut riset Goldman Sachs, dana-dana ini merespons volatilitas dengan menarik diri, menjual saham global selama empat bulan berturut-turut dengan laju tercepat dalam 13 tahun.

Indeks S&P 500 turun 4,63% selama kuartal tersebut, sementara Nasdaq 100 melemah 4,87%.

Dana multi-manajer besar, termasuk dana multi-strategi utama milik Dmitry Balyasny dan ExodusPoint milik Michael Gelband, mengalami penurunan signifikan selama bulan dan kuartal tersebut.

 

Kinerja dana-dana lain sebagai berikut:

  • Balyasny Asset Management turun 4,3% pada Maret dan 3,8% sepanjang kuartal
  • ExodusPoint turun 4,5% pada Maret dan 2% sepanjang kuartal.
  • Citadel, hedge fund yang didirikan miliarder Ken Griffin dengan aset kelolaan 69 miliar dolar AS per 1 Maret, mencatat kinerja beragam.
  • Global Fixed Income Fund turun 8,2% pada Maret dan 5,5% sepanjang tahun
  • Tactical Trading Fund naik 1,8% pada Maret dan 5,3% sepanjang tahun.
  • Dana utama Wellington milik Citadel turun 1,9% pada Maret namun masih naik sekitar 1% sepanjang tahun; dana sahamnya naik 0,7% pada Maret dengan kenaikan 2,9% secara year-to-date.
  • Millennium Management berbasis di New York mencatat penurunan 1,2% pada Maret, sehingga kenaikan tahun berjalan menjadi 1%.

“Maret 2026 menjadi salah satu bulan paling menantang bagi industri hedge fund dalam beberapa tahun terakhir,” kata Bruno Schneller, Managing Partner di Erlen Capital Management, mengacu pada volatilitas tinggi akibat perang Iran yang memicu “perubahan cepat” di pasar mata uang, komoditas, saham, dan suku bunga.

Menurut catatan Goldman Sachs kepada klien pada 1 April, penurunan nilai dana (drawdown) pada Maret merupakan yang terbesar sejak Januari 2022, saat pasar dibayangi kekhawatiran kebijakan ketat The Fed dan ketegangan geopolitik.

Manajer dana long/short berbasis analisis fundamental mencatat kinerja negatif di semua wilayah, dipimpin oleh dana berfokus Asia yang turun 7,3%, diikuti Eropa 6,3%, menurut laporan Goldman Sachs. Dana AS rata-rata turun 4,3% pada Maret.

Namun secara tahun berjalan hingga 31 Maret, dana Asia masih naik 6,5%, sementara Eropa dan AS masing-masing turun 1,8% dan 2,4%.

Sektor teknologi, media, dan telekomunikasi (TMT) menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan penurunan 7,8% pada Maret dan 11,8% sepanjang kuartal. Dana sektor kesehatan turun sekitar 0,9% pada Maret.

Selain itu, rata-rata dan median imbal hasil long/short pada Maret masing-masing turun 3,96% dan 4,77%, yang menunjukkan bahwa dana multi-manajer besar berkinerja lebih buruk selama bulan tersebut. (DH)