IHSG jadi indeks terbawah di ASEAN, BREN hingga BBRI jadi pemberat

Minggu, 05 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah meski hanya turun 0,99% sepekan, setelah sempat rebound lebih dari 2% dan tutup di level 7.026,78 pada perdagangan Kamis (2/4).

Nilai transaksi saham per hari di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di kisaran Rp14,76 triliun, turun 36,7% dibandingkan dengan rata-rata pekan sebelumnya yang mencapai Rp23,3 triliun per hari.

Di tengah pembalikan IHSG, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp2,94 triliun. Sejak awal tahun, net sell investor asing pun bertambah menjadi Rp33,8 triliun.

Tiga saham yang menjadi pemberat bagi IHSG sepekan yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Harga saham BREN turun 13,12% sepekan, membuat IHSG kehilangan 26,78 poin. Sementara penurunan harga saham BYAN dan BBRI membuat indeks kehilangan masing-masing 26,67 poin dan 15,72 poin.

Delapan dari sebelas indeks sektoral bergerak melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor transportasi dan logistik, yang mencapai 3,57%. Sedangkan sektor konsumer siklikal mencatat kinerja terbaik di antara sektor lain, dengan kenaikan 6,58%.

Dari kawasan ASEAN, mayoritas indeks acuan saham terpantau menguat. Hanya terdapat dua dari enam indeks acuan saham ASEAN yang melemah yaitu KLCI Malaysia yang melemah 0,84% dan IHSG 0,99%.

Performa tersebut menempatkan IHSG berada di deretan terbawah dari seluruh indeks acuan saham di ASEAN. (KR)