Kuwait kena serangan drone beruntun, minyak brent dan WTI melesat
Minggu, 05 April 2026

JAKARTA – Kuwait Petroleum Corporation (KPC), perusahaan energi milik pemerintah Kuwait, menyampaikan terjadinya kebakaran di kompleks minyak milik mereka yang berlokasi di Shuwaikh pada Minggu (5/4).
Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber lokal, insiden itu terjadi setelah serangan drone pada dini hari.
Sementara Kementerian Keuangan Kuwait, seperti dikutip media pemerintah setempat, mengklaim serangan drone tersebut berasal dari Iran. Namun laporan menyebut tak ada korban jiwa di kawasan vital bagi negara penghasil minyak terbesar dunia tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, serangan drone serupa juga menghantam infrastruktur vital bagi Kuwait. Beberapa di antaranya termasuk pembangkit listrik, fasilitas desalinasi air, dan kompleks kantor pemerintah.
Meskipun demikian, belum ada komentar resmi dari Iran yang mengonfirmasi maupun menyangkal klaim tersebut.
Sebagai catatan, serangan drone yang dialami oleh Kuwait terjadi setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran semakin meluas, serta memasuki pekan keenam.
Setelah beberapa pekan menahan serangan AS dan Israel, Iran berbalik menyerang Irael dan negara-negara di kawasan Teluk yang memberikan sebagian wilayahnya menjadi basis militer AS.
Kenaikan tensi dalam konflik AS dan Israel melawan Iran, telah mendorong kembali harga minyak mentah dunia di atas US$100 per barel akhir pekan ini.
Kontrak berjangka untuk minyak WTI melesat 11,41% ke US$111,54 per barel pada perdagangan terakhir pekan ini, sementara kontrak berjangka untuk brent naik 7,78% ke US$109,03 per barel. (KR)