Pertamina tambah stok Pertalite 1,4 juta KL, impor 40% dari AS

Kamis, 27 November 2025

image

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) akan menambah persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) 1,4 juta kiloliter (KL) untuk jenis Pertalite, dalam rangka memenuhi kebutuhan musim Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan sekitar 40% untuk tambahan stok itu akan didatangkan dari Amerika Serikat (AS). “Pasar impor kita berdasarkan kebijakan pemerintah. Sekitar 40% berasal dari AS, sisanya dari supplier lain sesuai lokasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/11). Roberth menambahkan bahwa impor akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, serta melalui mekanisme pengadaan yang berlaku. Seluruh BBM yang diimpor, kata Roberth, wajib memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan Direktorat Jenderal Migas. “Pemenuhan impor dilakukan oleh Pertamina sesuai spek Dirjen Migas dan prosedur pengadaan di Pertamina,” jelasnya. Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan Pertalite selama libur akhir tahun, karena Pertamina telah menyiapkan stok sesuai proyeksi permintaan.

“Ketersediaan Pertalite untuk masa Nataru tidak perlu dikhawatirkan. Stok sudah disiapkan sesuai kebutuhan,” tegas Roberth. Roberth juga menyampaikan, konsumsi Pertalite nasional saat ini masih berada di bawah kuota, sekitar 1–5%, sehingga tidak ada indikasi kekurangan pasokan maupun risiko oversupply hingga akhir tahun. Meski demikian, Roberth menilai impor BBM tetap diperlukan untuk menjaga kecukupan pasokan nasional, mengingat konsumsi domestik masih melebihi kapasitas produksi nasional. “Konsumsi BBM di Indonesia dan kapasitas produksi belum seimbang, sehingga impor memang harus dilakukan,” pungkasnya. (DK/KR)