Saham IPO dibanderol Rp168, BSA Logistics potensi raup Rp302 miliar
Minggu, 05 April 2026

JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, telah menetapkan harga saham Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp168 per lembar.
Harga ini sedikit lebih rendah dari rencana penetapan harga saat penawaran awal, di mana WBSA akan menawarkan saham IPO pada kisaran Rp150-170 per lembar.
Dengan total 1,8 miliar lembar saham yang dilepas ditawarkan kepada publik, WBSA akan meraup dana segar Rp302,4 miliar setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Seperti disampaikan dalam prospektus IPO, masa penawaran umum saham WBSA berlangsung pada 2-8 April 2026. Sementara pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 10 April 2026.
Adapun jumlah saham WBSA yang akan dicatatkan di bursa adalah sebanyak 8,77 miliar lembar. Nantinya, TBK akan mengendalikan 79,01% saham, PGI 0,24%, dan investor publik 20,75%.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com akhir Maret kemarin, WBSA berencana menggunakan sekitar Rp215 miliar dana hasil IPO untuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja dan memperkuat operasi layanan logistik perseroan.
Sebagai catatan, Bermuda Inovasi Logistik adalah entitas afiliasi WBSA, karena memiliki penerima manfaat akhir yang sama yaitu Edwin Wibowo dan Andree.
Manajemen WBSA dalam prospektusnya mencatat harga penawaran Rp168 per saham mencerminkan Price to Earnings (PER) 16,8 kali, lebih rendah dari rata-rata perusahaan pembanding yang berada di level 57,09 kali.
Namun dengan Price to Book Value (PBV) di level 3,5 kali, valuasi WBSA lebih tinggi dari rata-rata perusahaan pembanding yang berada di level 2,37 kali. (KR)